Setelah Bekuk Dua DPO Wonosalam, Polisi Akan Periksa Keluarga DPO

foto dua DPO yang kini masih dalam pengejaran Polisi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Setelah Polisi berhasil menangkap AP (19) warga Dusun Bangunrejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, dan AN (21) asal Dusun Sambirejo, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, yang merupakan dua dari empat orang yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Aparat Kepolisian dari Satreskrim Polres Jombang, akan memanggil pihak keluarga pelaku, yang rumahnya sempat dijadikan tempat sembunyi oleh dua tersangka di Desa Sandi, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

“ tersangka sempat tinggal di rumah kakak salah satu tersangka di Tulungagung,” kata AKBP Agung Marlianto selaku Kapolres Jombang, Rabu 27 September 2017.

Lanjut Agung, setelah petugas berhasil masuk ke rumah kakaknya, petugas menghimbau pada pelaku untuk meyerahkan diri, namun justru salah satu pelaku melakukan perlawanan. “ Pelaku sempat melakukan perlawanan, dengan cara sembunyi dibawah kolong tempat tidur, namun setelah petugas berhasil masuk rumah, akhirnya tersangka kita amankan,” ujarnya.

Saat ditanya apakah pihak kerabat yang menyembunyikan pelaku akan ditindak oleh pihak aparat Kepolisian, Agung mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan kearah tersebut nantinya, karena saat ini pihaknya masih konsen ke kedua pelaku yang baru saja diamankan.

“ sesuai dengan pasal 212 dan pasal 216, barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh petugas, dapat diancam pidana,” ungkapnya.

Setelah satu tahun lebih dua DPO yang berpindah dari tempat satu, ke tempat lainnnya akhirnya petugas dapat membekuk dua pelaku dari 5 tersangka atas kasus persetubuhan dengan korban anak di bawah umur yang mencuat pada 2015.

Terhadap dua DPO lainnya yakni IM dan UB, pihak Kepolisian Polres Jombang menghimbau agar segera menyerahkan diri. “Kami mengimbau terhadap sisa dua buron lagi agar segera menyerahkan diri. Yakni IM dan UB. Jika tidak menyerah, kami akan lakukan tindakan tegas,” tukas Agung.

Kedua tersangka DPO tersebut dijerat dengan pasal 81 Jo Pasal 82 UURI Nomer 35 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman pidana kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.(elo)