Polres Ngawi Terjunkan Anjing Pelacak Buru Pelaku Pembunuhan di Jogorogo

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Polisi menerjunkan dua anjing pelacak dari Unit Satwa K-9 Polda Jatim untuk melakukan perburuan terhadap Muh Mudiono (31) pelaku pembunuhan sadis dengan korban calon istrinya Neny Agustin (16) di Dusun Kapungan, Desa Dawung, Kecamatan Jogorogo, Ngawi Selasa (26/09/2017) kemarin.

“Untuk memaksimalkan perburuan terhadap pelaku (Muh Mudiono-red) hari ini kami menerjunkan anjing pelacak dari Polda Jatim. Lokasi penyisiran tetap pada area yang kami prediksi awal yakni di kawasan hutan Krandegan dan sekitarnya,” terang Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Maryoko.

Meski demikian pencarian terhadap pelaku tetap melibatkan puluhan anggota Satreskrim Polres Ngawi di back up petugas Polsek Jogorogo, warga masyarakat Desa Dawung dan relawan dari RAPI. Dalam pantauan, sekitar pukul 12.30 WIB dua anjing pelacak langsung diterjunkan dengan konsentrasi perburuan dikawasan hutan Dares masuk Desa Sekarputih, Kecamatan Widodaren atau sekitar 10 kilometer dari lokasi kejadian.

“Iya keberadaan pelaku hingga sekarang ini dari beberapa keterangan baik warga maupun anggota yang diterjunkan masih berada dikawasan itu. Dia belum keluar hutan ataupun menyeberang wilayah lain sebab sudah dikepung full time,” ungkap AKP Maryoko.

Sementara itu dibenarkan oleh Suyati warga Dusun Kalibening, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari rumah korban Neny Agustin usai kejadian kemarin dirinya melihat ada seseorang pemuda yang diyakini sebagai pelaku Muh Mudiono dengan membawa dua senjata tajam sejenis sabit dan parang masuk kedalam hutan Krandegan. Saat itu orang yang dimaksudkan ini melintas dengan jalan kaki dengan tergesa-gesa tepat didepan rumahnya.

“Saya melihat kemarin itu ada orang pakai kaos panjang warna hitam kalau tidak salah lewat jalan sini. Dia jalanya tergesa-gesa sesekali menoleh kebelakang sambil membawa sabit dan parang dan habis itu dia masuk kedalam hutan. Tetapi saya sendiri juga tidak tahu kalau habis melakukan pembunuhan seperti itu,” kata Suyati.(dik)