Usai Diresmikan Bupati, Bangunan Puskesmas Tembelang Masih Bermasalah

pintu masuk Puskesmas Tembelang yang pasangan keramiknya sudah lepas

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Usai diresmikan Bupati Jombang Jawa Timur yakni, Nyono Suharli Wihandoko, gedung Puskesmas Kecamatan Tembelang, ternyata masih menyisahkan sejumlah permasalahan. Bagaimana tidak, bangunan gedung puskesmas yang menelan anggaran Rp 2.112.000.000,- dari Anggaran Program Belanja Daerah (APBD) Jombang 2016 tersebut, sudah mulai rusak.

Hal ini diduga karena ulah rekanan dari PT. INNECO WIRA SAKTI HUTAMA, sebagai pelaksana proyek tersebut, dalam menjalankan pengerjaan proyek tersebut, asal-asalan dan mengerjakan proyek tidak sesuai dengan kualitas teknis (Spektek).

“ sebelum diserahkan pada pihak kami dari rekanan, waktu itu sudah banyak kerusakan, mulai dari atapnya yang bocor mas. Setelah kita laporkan ke Dinas selanjutnya pihak rekanan melakukan perbaikan,” kata Dr Binti, salah satu petugas dari Puskesmas Tembelang pada sejumlah wartawan, Jumat 29 September 2017.

Selanjutnya setelah diserahkan pada kami dan dalam masa pemeliharaan, kita lakukan pengecekan dan ternyata masalah kebocoran atap masih ada, termasuk sejumlah masalah lain.” Waktu itu diberbaiki oleh rekanan, karena masih tanggung jawabnya mereka di masa pemeliharaan,” ujar Binti.

Setelah ramai diberitakan oleh sejumlah media, beberapa anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi D, melakukan sidak mengenai kerusakan bangunan gedung baru puskesmas tersebut.” Waktu itu pak Mustofa dan Bu Rosi sempat melihat dan meneliti terkait kerusakan bangunan baru puskesmas,” paparnya.

Sekitar sebelum bulan puasa (red : sebelum Juni) dan masih dalam masa pemeliharaan, pihak pengelola Puskesmas sempat melaporkan 11 item kerusakan pada bangunan yang masih baru pada rekanan maupun dinas, namun hingga kini sampai masa pemeliharaan habis belum ada perbaikan.

“ ada 11 item kerusakan yang kita sudah laporkan ke rekanan maupun Dinas mas. Mulai dari atap yang bocor, cat yang sudah luntur, kaca UGD yang pecah, termasuk sejumlah retaknya tembok dinding bangunan, namun belum juga ada perbaikan,” tegasnya.

Yang menarik dalam perkara ini, pihak inspektorat Jombang, juga mengetahui atas persoalan yang ada di Puskesmas Tembelang, namun belum juga ada respon.” Waktu itu sempat ada petugas dari inspektorat yang datang melihat kondisi bangunan, namun mereka hanya bilang, kira-kira ini menyalahi spek, kayaknya bu”, terang binti sembari menirukan ucapan petugas dari Inspektorat Jombang.

Saat disinggung mengenai pintu masuk Puskesmas yang keramik bagian atasnya sudah lepas, pihaknya mengatakan, kalau pihak puskesmas beruntung karena kemari saat peresmian Bupati tidak mengetahui persoalan itu.” Untung saja Pak Bupati Kemarin tidak tahu mas, kalau keramik bagian atas itu lepas,” tukasnya.

Sementara itu Sulton selaku konsultan pengawas dalam pengerjaan proyek tersebut, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler yang terdengar hanya nada sambungnya saja, dan tak kunjung diangkat, dan saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), pihaknya juga enggan memberikan komentar mengenai permaslahan yang ada di Puskesmas Tembelang.(elo)