Pengerjaan Tol Solo-Kertosono Terancam Mundur, Dua Warga Masih Bertahan

Dua bangunan di Ngawi yang belum dibebaskan untuk Jalan Tol Ngawi-Kertosono

KANALINDONESIA.COM : Percepatan pengerjaan mega proyek Jalan Tol Solo-Kertosono sepanjang 180 kilometer yang ditarget rampung pada 2018 mendatang diperkirakan akan meleset dari jadwal.

Hal ini, karena hingga kini masih ada warga yaitu Munawar Suradi dan Sumirah warga Dusun Gunting I, RT 01/RW 06, Desa Dempel, Kecamatan Geneng, yang masih bertahan dirumahnya masing-masing yang berada diatas lokasi perlintasan Tol Trans Jawa tersebut dengan alasan nilai ganti rugi yang diberikan belum sesuai.

Mereka bersikukuh tidak mau pindah rumah jika tanah miliknya belum mendapat ganti rugi sesuai harapanya.
Ini membuat PT Waskita Karya selaku kontraktor pekerjaan Jalan Tol Solo-Kertosono untuk sementara waktu menunda penimbunan material dilokasi yang berada diatas lahan tersebut sambil menunggu keputusan hukum tetap yang dikeluarkan oleh pengadilan.

Baca:  KM Amin Jaya Tenggelam di Perairan Gili Iyang Sumenep

Seperti diketahui sebelumnya, kedua warga ini sebenarnya tidak menolak adanya proyek tol yang dikerjakan pemerintah melalui PT Waskita Karya. Tetapi harga yang ditawarkan dari pemerintah sendiri belum bisa diterima, padahal harga yang ditawarkan sebelumnya Rp 250 ribu/m2 tetapi kenyataan sekarang ini hanya dihargai Rp 148 ribu/m2.

“Saya ikut pak Jumingun suami saya, adiknya Sumirah. Keluarga kami tetap bertahan sampai pembayaran ganti rugi beres. Kontraktornya sementara harus muter cari jalan lain lewat tanah sebelah untuk jalan alat berat,” terang Kalimah adik Sumirah, Rabu (03/08/2016).

Seperti terlihat dilokasi, lahan milik Munawar Suradi yang diatasnya ada dua bangunan rumah maupun Masjid Baitul Iman, sesuai infonya luas lahanya mencapai 30 ribu m2. Sedangkan lahan milik Sumirah sendiri sampai berita ini diturunkan belum diketahui persis berapa luasnya.

Baca:  Dokter Reisa Ajak Masyarakat Jaga Porsi Gizi Makanan Hadapi Pandemi COVID-19

Menyinggung tentang kemajuan pembebasan lahan hingga saat ini pada seksi Tol Solo-Ngawi rata-rata sudah 98 persen dan diharapkan pada akhir tahun ini sudah tuntas 100 persen. Sementara untuk kemajuan fisik konstruksi, seksi porsi pemerintah sudah 52 persen selesai sedangkan porsi investor baru selesai 6,15 persen.

(dik)