Isak Tangis Warnai Pemberian Santunan Anak Yatim Di Lamongan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Puluhan anak yatim dan piatu di Wilayah Kecamatan Karanggeneng mendapat santunan dari para Donatur yang dihimpun dan dikelola oleh pengurus Fatayat dan Muslimat NU Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Lamongan, masing-masing anak yatim piatu mendapatkan uang tunai.

Pemberian santunan terhadap anak yatim ini merupakan bentuk rasa kepedulian kepada sesama umat manusia dibulan Muharram ini. Puncak Tahun Baru Islam atau yang lebih popular dengan istilah Bulan Asyuro, dimanfaatkan betul oleh ibu-ibu Fatayat dan Muslimat Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng Lamongan untuk saling berbagi.

Suasana menjadi terharu saat acara pengusapan kepala masing-masing anak yatim dan piatu yang dilakukan oleh Para Donatur, ibu-ibu anggota Fatayat dan Muslimat NU Desa Sumbrwudi. Beberapa anak yatim dan kerabat mereka juga ikut menangis bercucuran air mata. Rasa sedih, iba, dan kasihan nampak di wajah mereka saat menyaksikan beberapa anak yang masih balita sudah tidak memiliki orang tua.

“Santunan ini bagian dari kepedulian kami sesama manusia. Apalagi di bulan Muharram, mereka harus ada yang memperhatikan,” terang Zuhriyatul Amni, Ketua Panitia Acara, Sabtu (30/9/2017).

Fatayat dan Muslimat Desa Sumberwudi mampu merangkul banyak Donatur yang secara rutin menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu anak-anak Yatim dan Piatu di Wilayah Kecamatan Karanggeneng. Dari sumbangan tersebut dipergunakan untuk membantu biaya pendidikan anak yatim dan piatu yang menghabiskan anggaran 35 juta rupiah setiap bulannya. Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri pun tiap tahun anak-anak tersebut juga mendapatkan santunan berupa uang dan satu stel pakaian.

“Kegiatan penggalangan Dana ini, kami mulai sejak tahun 1989. Donaturnya masih sedikit, pengurus pun harus mendatangi dari rumah ke rumah. Jalannya masih becek belum ada listrik, tetapi Alhamdulillah dengan kesabaran ibu-ibu pengurus akhirnya kami sekarang mampu memberikan santunan pada mereka sampai kepada biaya pendidikannya”, tambah Zuhriyah.

Zuhriyatul Amni juga mengatakan kalau santunan yang diberikan pada anak yatim dan piatu khusus 10 Muharram pada tahun ini setiap anak mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 690.000. para Para Donatur memiliki pandangan kalau bulan Asyuro adalah bulan lebaran bagi anak-anak yatim dan piatu maka hanya dalam 2 hari pengurus mampu mengumpulkan bantuan sebesar 46 Juta rupiah.

Acara santunan kepada anak yatim dan piatu tersebut, dilaksanakan di Halaman Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi sengaja dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Asyuro yang juga menghadirkan Ibu Nyai Hj. Yayang Khamidah dari Tambak Beras Jombang. (Omdik)