Kejari Bidik Tersangka Lain Korupsi Bagian Umum Setdakab Bangkalan

Kasie Pidsus Kejari Bangkalan Nurul Hsyam

KANALINDONESIA.COM : Buntut dari kasus tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa yang merugikan negara sebesar Rp 3 milar lebih yang dilakukan BH, mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Bangkalan, Madura, Jatim. Nampaknya bagaikan bola panas yang terus menggelinding.
Sebab saat ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan tengah membidik tersangka lain yang diduga ikut mencicipi hasil korupsi tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangkalan, Riono Budi Santoso melalui Kasie Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bangkalan, Nurul Hisyam mengatakan sudah melakukan pemeriksaan secara intens terhadap saksi-saksi terkait.
Diantaranya, Bupati Bangkalan, Moh. Makmun Ibnu Fuad, Wakil Bupati Mondir Rofii dan Sekdakab Eddy Moeljono.
Karena dari hasil audit BPK 2014 silam, di Bagian Umum Setda Bangkalan, ditemukan ada anggaran mamin khusus untuk pucuk pimpinan di Bangkalan ini, diduga fiktif dan tidak bisa pertangungjawaban. Sehingga menyebabkan kerugian negara yang dilakukan oleh tersangka BH selaku Kabag Umum Setda Bangkalan,

Baca:  Penyidik KPK Datangi¬† DPRD Tulungagung, Periksa Ruangan Ketua dan Sekretaris

“Pemeriksaaan terhadap ketiga pejabat tersebut masih sebatas saksi dan tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada tersangka lain berdasarkan bukti-bukti yang cukup,” papar Kasie Pidsus, Kejari Bangkalan, Nurul Hisyam, Rabu(03/08/2016) kepada wartawan.

Diketahui, Kejari Bangkalan bulan Juli 2016 lalu, telah menetapkan mantan Kabag Umum Setdakab Bangkalan, BH sebagai tersangka. Terkait kasus anggaran pengadaan barang dan jasa tahun 2014 sebesar Rp 5,8 miliar.
Tetapi dari hasil audit BPK, ditemui penyimpangan laporan keuangan berjumlah Rp. 3,2 miliar dan nota yang dibuat tersangka BH diduga banyak yang dipalsukan.

(Yans)