Polisi Bekuk Pemilik Lesehan yang Nyambi Jadi Bandar Sabu

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti yang diamankan dari tersangka

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Dalam rangka memberantasan peredaran narkoba di Kabupaten Jombang, Polres Jombang membentuk tim khusus dari Satresnarkoba.

Setelah dibentuk oleh Kapolres Jombang, tim tersebut berhasil menangkap seorang pemilik rumah makan lesehan yang nekat menjadi bandar sabu-sabu. Dari tangan tersangka Polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 33, 79 gram.

Tersangka yang bernama Fanto Dwi Wardono (38), merupakan warga asal Dusun Balongsuruh, Desa Balonggemek, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang ini, diamankan tims khusus Satresnarkoba pada hari Sabtu, 30 September 2017, sekitar pukul 00.30 WIB.

Yang mengejutkan, sabu diperoleh duda satu anak ini dari salah satu narapidana (napi) binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Madiun.

“Penangkapan tersangka dilakukan oleh timsus yang kami bentuk untuk mewujudkan Jombang bebas narkoba. Barang (red: sabu-sabu) yang diperoleh tersangka dari Lapas Madiun,” kata AKBP Agung Marlianto, selaku Kapolres Jombang, kepada wartawan, Senin 2 Oktober 2017.

Agung menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka merupakan hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Dari pengembangan kasus tersebut muncul nama FDW, yang merupakan pemasok atau bandar. Kemudian, petugas melakukan penyamaran untuk memburu sang bandar.

“melalui teknik undercoverbuy, petugas melakukan pemesanan sejumlah sabu pada tersangka, setelah terjalin komunikasi melalui hand phone (HP), maka disepakati bertemu di suatu lokasi,” ujar Agung.

Ketika pelaku muncul, maka petugas melakukan penyergapan yang kemudian dilanjutkan melakukan penggeledahan di rumah FDW. Dari sini anggota menemukan barang bukti sabu seberat 33,79 gram.

Dengan adanya fakta narkotika diperoleh dari Lapas, Agung berharap agar adanya peningkatan pengawasan terutama penggunakan HP di lapas. “Kami berharap stakeholder terkait agar memperketat jangan ada pemilikan HP yang bisa mempermuda komunikasi napi dengan pihak luar,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP Hasran menambahkan, selain sabu seberat 33,79 gram, dari pengggeledahan di rumah tersengka, petugas juga menyita sebuah timbangan elektrik, satu bungkus gula batu, uang tunai Rp 500 ribu, satu bungkus plastik klip kosong, dua kartu ATM, satu unit HP Blackberry, satu unit mobil Nissan March S 1523 ZA serta satu unit sepeda motor merek Yamaha Mio.

“Gula batu ini digunakan tersangka untuk mengoplos sabu dengan perbandingan 4:1. Dimana 4 sabu berbanding 1 gula batu. Ada unsur penipuannya juga. Dalam perkara ini pelaku kami jerat Pasal 114 (2) Jo Pasal 112 (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tukas Hasran.(elo)