Diduga Bangun Jalan Dengan Limbah B3, Pemdes Diprotes Warga

pembangunan jalan pertanian Desa yang diduga menggunakan limbah B3

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Puluhan warga Dusun Grudo, Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Jombang Jawa Timur, memprotes dan menghentikan pembangunan jalan akses pertanian Desa yang dilakukan oleh pihak aparat Desa setempat. Hal ini dikarenakan pembangunan jalan tersebut menggunakan matrial yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), yang dimasukkan dalam karung sebagai matrial timbunan pembangunan jalan tersebut.

“ tumpukan karung berisi limbah sisa pembakaran alumunium, yang menimbulkan ganguan pernafasan pada anak saya mas,” kata Cipto (49) yang merupakan warga Desa setempat, Selasa 3 Oktober 2017.

Masih menurut penjelasan Cipto, mencuatnya protes warga ini, berawal dari rencana pembangunan jalan akses pertanian yang waktu itu sempat dikumpulkan dirumah salah satu perangkat Desa.” Hasil musyawarah menyepakati untuk melebarkan jalan, karena anggaran DD terbatas, salah satu perangkat menggagas ide untuk menyiasati dengan menggunakan limbah alumunium,” ujar Cipto.

Lanjut Cipto, namun pada waktu itu kesepakatan warga, tumpukan karung yang berisi limbah hanya akan dijadikan penahan bagian samping jalan.” Hanya dijadikan penahan, dan untuk bagian atas akan diteras, nah lakok pada pelaksanaannya, bisa berubah. Semua permukaan jalan ditumpuki dengan timbunan karung limbah. Diawal sudah saya protes tapi ya, tetap tidak dianggap,” ungkapnya.

Imbuh Cipto, setelah hujan turun, bau menyengat muncul dari timbunan limbah, dan sebagian warga anaknya terganggu pernafasannya.” Yang paling merasakan bau dan sesak nafas sampai mual-mual, serta mengalami pusing-pusing itu anak-anak, dan orang yang sedang dalam keadaan sakit, pasti semua merasakan mas,” tegasnya.

Warga yang sudah geram, akhirnya menghentikan pembangunan jalan tersebut, sehingga sempat terjadi adu mulut antara warga dengan pihak pemerintah Desa setempat, beruntung aparat kepolisian dari Polsek Sumobito, segera mendatangi lokasi, sehingga kondisi bisa aman dan dapat dikendalikan. Bahkan aparat Kepolisian dari unit Tipiter Satreskrim Polres Jombang, juga turut datang ke lokasi.

Sementara itu Hadi Suwito selaku Kepala Desa (Kades) Madiopuro, menuturkan bahwa sudah ada kesepakatan antara warga dengan pemerintah Desa mengenai limbah sisa pembakaran alumunium untuk dijadikan matrial, dalam pembangunan jalan tersebut.

” waktu rapat tahun 2016 kan sudah sepakat menggunakan limbah untuk membangun jalan. DD tahap dua kan belum cair, makanya kita talangi dulu, sebesar 80 juta,” paparnya.

Ketika disinggung terkait pembangunan jalan tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan warga, pihaknya berkelit, bahwa semua pembangunan jalan pertanian tersebut, sesuai dengan kesepakatan warga, pada musyawarah Desa (Musdes) 2016.” tidak benar itu mas, semua warga sepakat dan ada tanda tangan dalam berita acaranya, dan kebetulan yang tidak setuju hanya beberapa orang saja,” bebernya.

Pihak Pemerintah Desa berharap dengan dibangunnya jalan pertanian ini bisa memberikan manfaat pada petani setempat. Dan warga sudah menyadari bahwa nanti dampak penggunaan limbah ini pasti akan muncul bau.

” kita bangun jalan 400 meter untuk akses pertanian warga, kalau urusan bau warga sudah tau dan kalau ini jadi masalah ya saya sudah telpin untuk mendatangkan tanah urug, untuk mengatasi masalah baunya,” tukasnya.

Aparat Kepolisian yang turun tepat waktu, langsung memintai keterangan sejumlah warga dan membawa beberapa dokumen, serta sampel limbah nyang diduga B3.” Kita sudah lakukan penyelidikan serta ambil sampel matrial yang diduga B3 mas,” terang AKP Norman Wahyu Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, Selasa 3 Oktober 2017.(elo)