Membiasakan Diri Beribadah, Siswa SD di Lamongan rutin Sholat Dhuha

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Puluhan siswa SD Negeri 1 Pengangsalan Kalitengah Lamongan ternyata memiliki kebiasaan menggelar salat Dhuha saat waktu istirahat tiba. Selasa (3/10/2017), mereka sudah membawa perlengkapan ibadah menuju Mushollah Sekolah Dasar yang berada di tanggul Bengawan Solo tersebut.

Sholat Dhuha di Sekolah Dasar adalah modal awal bagi siswa dan siswi untuk membiasakan diri menjadi anak yang shaleh, jika benih-benih kebaikan sudah terbiasa ada dalam diri sang anak maka ketika anak sudah mulai menginjak usia remaja hingga ia dewasa mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk.

“Kita berharap dengan membiasakan sholat dhuha ini kepada siswa di sekolah, ketika kembali ke masyarakat siswa secara rutin menjalankannya di rumah. Selain sholat dhuha, kita juga melaksanakan sholat dzuhur berjamaah sebelum pulang kembali ke rumah masing-masing,” tutur Purwanto, Kepala SDN Pengangsalan I yang ditemui Kanal Indonesia.

Pada kesempatan itu juga Purwanto menjelaskan banyak keutamaan ketika orang menjalankaan ibadah sholat dhuha. Selain sebagai sedekah, sholat dhuha juga sebagai investasi amal cadangan yaitu dapat menyempurnakan sholat wajib, mendapatkan keuntungan yang besar, dicukupi kebutuhan, diampuni dosa walau sebanyak bui di laut dan Allah akan membangun istana di syurga bagi yang gemar sholat duha.

“Manfaat sholat dhuha untuk kesehatan jasmani, dimana gerakan sholat dhuha yang dilaksanakan pada pagi hari ketika matahari memancarkan sinar yang baik untuk kesehatan. Ditambah kualitas udara yang masih baik dan diawali dengan wudhu yang baik dapat meningkatkan kesehatan,” bebernya.

Selain itu sholat dhuha bisa meningkatkan kecerdasan fiskal. Kecerdaan emosional spritual, jika melaksanakan sholat dhuha pada pagi hari sebelum beraktivitas dapat menghindarkan diri dari berkeluh kesah karena kegagalan yang dialami. Kecerdasan intektual, jika sholat dhuha rutin dikerjakan pelajar, Insya Allah mudah meaih prestasi akademik dan kesuksesan dalam hidup,” tambahnya.

Sementara itu Soleh, salah satu guru yang mnegajar di sekolah tersebut mengatakan bahwa kegiatan Sholat Dhuha ini mulainya sudah cukup lama, hampir 7 tahun yang lalu. Memang sebelumnya belum ada kegiatan seperti ini. Seluruh siswa mengikuti dengan rajin. SDN Pengangsalan I memiliki 75 siswa dari kelas 1 sampai kelas 6.

“Pada prinsipnya program-program seperti ini harus digalakkan di sekolah-sekolah dasar karena banyak bermanfaat bagi siswa. Apalagi sekarang ini krisis moral bagi bangsa dan dengan adanya kegiatan ini kita harapkan generasi kedepan merupakan orang yang benar-benar menjaga moralnya,” tambah Soleh. (Omdik)