Pelatihan Multimedia Untuk  Tingkatkan Ketrampilan Guru TIK SMK se Kabupaten Lamongan

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Guru tidak semestinya lagi mengajar secara konvensional. Ini lantaran perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah merubah paradigma pembelajaran.

Itu sebabnya, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) TIK/TKI SMK Kabupaten Lamongan bekerjasama dengan Surabaya School of Photography dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Lamongan, menyelenggarakan pelatihan Teknik Video Digital.

“Jika dulu hanya tertuju pada guru semata, kini terbentuk mekanisme belajar dari berbagai sumber dengan materi perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir yang disajikan dalam multimedia. Sehingga terwujudlah pembelajaran yang sangat efektif, efisien dan menarik tentunya dan guru harus mampu mempersiapkan bahan ajarnya,” ujar Mat Rukun ketua MGMP TIK/TKI SMK Kabupaten Lamongan.

Hal itu disampaikan Mat Rukun pada pelatihan pelatihan Teknik Vidio Digital untuk Guru TIK/TKI SMK se Kabupaten Lamongan tahun 2017 di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan, Sabtu, 30 September  2017. Pelatihan tersebut berlangsung sejak selama 2 hari, yakni tanggal 30 September hingga tanggal 1 Oktober 2017.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 46 guru TIK/TKI SMK se Kabupaten Lamongan dan dibuka Kepala SMK Muhammadiyah 1 Lamongan Drs. H. Maghfur, M.Pd.

Rukun mengungkapkan tujuan dilaksanakannya pelatihan multimedia tersebut yaitu untuk meningkatkan pengetahuan Guru TIK/TKI SMK se Kabupaten Lamongan dalam bidang multimedia pendidikan.Kegiatan ini juga bermaksud untuk meningkatkan keterampilan Guru TIK/TKI SMK se Kabupaten Lamongan memanfaatkan multimedia dalam proses belajar mengajar terutama vidio digital.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memudahkan guru dalam proses belajar mengajar, sehingga niat meningkatkan mutu guru sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dapat dicapai dengan maksimal,” ungkap Rukun.

“Tentunya, ada tugas yang perlu dilakukan oleh guru setelah mengikuti pelatihan ini dengan mengimbaskan ilmunya kepada para siswanya di tempat ia melakukan proses belajar-mengajar,” pungkas Rukun. (Omdik)