Rabat Beton Jalan Desa Capai 15%

KANALINDONESIA.COM, KENDAL:  Pelaksanaan TMMD Reguler ke 100 Kodim Kendal di Desa Jungsemi, Kecamatan Kangkung sudah masuk Minggu ke 2.

Berbagai program, fisik dan non fisik terus dilakukan. Untuk program fisik, seperti rabat beton jalan desa dengan volume 1.550x 3 M x 12 CM, dan hingga kini hasilnya sudah mencapai 15 persen.

“Hasil 15 persen ini hasil laporan tanggal 1 Oktober 2017. Untuk pekerjaan gorong-gorong dengan panjang 6 M, lebar 1,6 M, tinggi 1,2 M hasilnya 5 persen, dan pekerjaan saluran irigasi sawah panjang 1.000 M  baru 5 persen. Kemudian pekerjaan saluran tambak panjang 2.000 M baru 5 persen, lalau pekerjaan jamban (MCK) warga 10 unit  baru capai 20 persen,” ungkap Dandim 0715/Kendal, Letkol Czi Hendro Edi Busono, Selasa (03/10/2017).

Keberadaan jalan desa ini sangat penting dan dibutuhkan oleh masyarakat, karena jalan ini merupakan sarana bagi masyarakat untuk mempermudah akses perekonomian warga dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

“Termasuk digunakan untuk mempermudah masyarakat membawa hasil kebun dan pertaniannya ke pasar-pasar,” kata dia.

Dandim menyatakan, program fisik TMMD ini banyak menitiberatkan pada sarana dan fasilitas umum berupa pembukaan jalan kantong produksi, pembuatan saluran irigasi, perbaikan jembatan, dan lain sebagainya.

Ia juga menyampaikan bahwa penentuan sasaran fisik ini dilakukan secara bersama-sama antara Kodim 0715/ Kendal dengan Pemkab Kendal berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat.

“Sesuai petunjuk dari Komando Atas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat dimana lokasi TMMD dilaksanakan,” tukas dia.

Dandim menyebutkan, pembuatan jalan betonisasi pada jalan desa ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat menghemat jarak tempuh masyarakat lebih cepat. Menurut dia, seluruh program yang telah direncanakan tersebut tidak dapat terlaksana tanpa ada peran serta aktif dari masyarakat karena sesuai dengan tujuannya, TMMD ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan masyarakat.

“Yakni untuk menciptakan ruang wilayah pertahanan darat serta menyiapkan masyarakat untuk menjadi komponen pertahanan dan keamanan di wilayahnya masing-masing,” pungkas dia yang juga Dansatgas TMMD ke-100 tersebut.

Kades Jungsemi, Dasuki mengatakan, dengan adanya program TMMD ini masyarakat menyambut baik, karena jalan  desa yang sebelumnya kondisinya cukup memprihatinkan kalau dilalui kini dapat diubah menjadi jalan yang permanen.

“Sehingga masyarakat desa tidak khawatir lagi untuk menggunakannya,” kata dia (eko).