Ratusan Hektar Tanaman Tembakau Di Lamongan Gagal Panen

KANALINDONESIA.COM, LAMONGAN; Ratusan hektar tanaman tembakau di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur rusak akibat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya tanaman tembakau rusak dan petani mengalami kerugian hingga jutaan rupiah setiap hektarnya.

Sekitar lebih dari seratus hektar tenaman tembakau di beberapa desa di Kecamatan Modo seperti Desa Mojorejo, Medalem, Sumberagung, Kedungperangon, Jatipayak, Jegrek, dan Desa Kedunglerep rusak dan mengakibatkan gagal panen.

Tanaman tembakau yang mati milik petani berusia dua bulan tampak layu menguning, dan akan mengakibatkan kematian. Hal tersebut dampak dari hujan yang mengguyur wilayah Lamongan dalam beberapa hari terakhir.

Menurut Trimo salah satu petani mengaku, sudah hampir satu minggu tanaman tembakaunya diguyur hujan deras. Akibatnya tanaman tembakau mengering dan mati.

“Hujan sudah beberapa hari mengguyur lahan tembakau petani. Tanaman tembakau ini pastinya bakal mati kalau kena hujan,” katanya.

Sementara menurut Rahmad Wahyoni Kepala UPT Dinas Pertanian Modo, dari 1.600 hektar tanaman tembakau di Kecamatan Modo 40 persennya rusak dan mati. Itu disebabkan karena hujan deras yang mengguyur wilayah Modo.

“Akibat kena hujan sebagian mati, yang hidup pun harganya pasti turun drastis,” jelasnya.

Hingga tembakau kering ranjang yang tadi dijual dengan harga Rp. 30 ribu perkilogramnya kini turun menjadi Rp. 15 ribu hingga Rp. 20 ribu perkilogramnya.

Akibat hujan, petani tembakau mengalami kerugian hingga jutaan rupiah perhektarnya. (Fer)