Mencuri Dirumah Saudara Tiri, Pemuda Asal Mojokerto Diamuk Massa

tersangka Hartono saat diamankan Polisi di Polsek Ngorosaudara 

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Hartono (39), warga Dusun Bandung Kulon, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, harus meringkuk di tahanan Polsek Ngoro. Hal ini dikarenakan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang batu ini kepergok mencuri di rumah Emi (50), warga Dusun Dayangan, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang Jawa Timur, pada hari Rabu 4 Oktober 2017, sekitar pukul 02.00 WIB. Yang paling apes, sudah tertangkap Polisi, pelaku juga sempat menjadi sasaran amuk massa.

“Pelaku ini masih saudara tiri korban. Dari lokasi pencurian kami mengamankan sebuah dompet wanita berwarna coklat isi uang Rp 3.800 dan sebuah cas handphone (HP),” kata Iptu Subadar, selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Rabu 4 Oktober 2017.

Masih menurut Subadar, sebelum mengamankan Hartono, pihak Kepolisian dari Polsek Ngoro, pada Rabu dini hari mendapat telepon dari Kepala Dusun (Kasun) Dayangan yang mengatakan telah menangkap seorang pelaku pencurian.

Setelah mendapat laporan perangkat Desa, petugas segera bergegas menuju lokasi untuk mengamankan pelaku yang ternyata sudah dalam kondisi babak belur, akibat amukan masa yang geram dengan aksi yang dilakukan tersangka. “Pelaku sempat dibawa petugas ke puskesmas setempat untuk menjalani perawatan akibat luka-luka sekitar kepala,” ujar Subadar.

Lnajut Subadar, saat dimintai keterangan oleh petugas, pelaku mengaku  mengawali aksinya dengan membuka genteng dapur rumah. Kemudian turun dengan menggunakan tali tampar yang sudah disiapkan. Saat hendak mengambil dompet dan cas HP, aksi tersangka Hartono diketahui pemilik rumah sehingga diteriaki maling.

“Teriakan ini didengar warga sekitar yang kemudian ramai-ramai mengepung dan menangkap pelaku hingga dihadiahi bogem mentah,” ungkap Subadar.

Imbuh Subadar, kini tersangka dan sejumlah barang bukti diamankan pteugas di Polsek Ngoro. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku terancam Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Ancamannya penjara maksimal 7 tahun,” pungkas Subadar.(elo)