Diduga Bangun Jalan Dengan Limbah B3, Polisi dan DPMD Turun Tangan

pembangunan jalan pertanian Desa yang diduga menggunakan limbah B3

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Usai diprotes dan dihentikan oleh warga karena mengganggu saluran pernafasan. Pembangunan jalan pertanian Desa yang dilakukan oleh pihak pemerintah Desa (pemdes) Madiopuro, Kecamatan Sumobito, yang menggunakan matrial limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), untuk matrial timbunan pembangunan jalan.

Kini giliran Polisi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), terjunkan sejumlah petugas untuk melakukan penyelidikan terhadap pembangunan jalan yang menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017, sebesar 80 juta tersebut. Bahkan, pihak Kepolisian, menerjunkan unit Tipikor dan Tipiter dari Satreskrim Polres Jombang, Jawa Timur.

“ anggota dari unit Tipikor untuk menyelidiki adanya dugaan penyalahgunaan DD untuk pembangunan jalan, sedangkan unit Tipiter untuk melakukan penyelidikan terkait penggunaan limbah B3,” kata AKP Wahyu Norman Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, Rabu 4 Oktober 2017.

Lanjut Norman, kini sejumlah anggota masih melakukan penyelidikan, jika memang ada temuan, pihaknya akan dengan tegas memproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Ini masih proses, nanti kalau sudah ada hasil, dan unsur-unsurnya sudah terpenuhi, kita akan tindak tegas,” ujar Norman.

Sementara itu pihak DPMD Kabupaten Jombang, juga menurunkan tim dari Dinas untuk melihat dan memastikan kondisi lapangan. “ kita sudah kirim tim untuk melihat dan memastikan agar prosesnya sesuai dengan RAB. Jangan sampai pihak Desa menyalahi aturan dan apalagi menguntungkan diri sendiri, atau kelompok,” terang Darmaji selaku kepala DPMD Kabupaten Jombang, Rabu 4 Oktober 2017.

Saat disinggung apa tindakan DPMD, mengenai pembangunan jalan pertanian Desa dengan DD, yang dengan sengaja menggunakan limbah B3 untuk matrial timbunan jalan. Pihak DPMD akan berkordinasi dengan pihak-pihak terkait, untuk menangani persoalan penggunaan limbah B3 dalam pembangunan jalan pertanian di Desa Madiopuro.

“ Kita hanya memeriksa terkait penggunaan DD, nanti kalau memang ada temuan ya, kita kordinasikan dengan pihak inspektorat, dan camat,” tukasnya.(elo)