Dua Warga Mojokerto, Dibekuk Polisi Usai Tipu-Tipu

dua tersangka penipu asal Mojokerto saat diamankan Polisi di Polsek Sumobito

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG :  Subiyanto (63) warga Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto dan Ferdinand Rudolf Patinama (51), warga Desa Ngares Wetan, Kecamatan Gedek, Kabupaten Mojokerto. Keduanya harus meringkuk di sel tahanan Polsek Sumobito. Hal ini dikarenakan keduanya diamankan Polisi usai melakukan penipuan.

Peristiwa penipuan ini mencuat saat Sukadi (65), pensiunan PNS asal Dusun Sedamar, Desa Talunkidul, Kecamatan Sumobito, Jombang yang hendak membeli tokek dengan ukuran yang sangat besar kepada Subiyanto dan Ferdinand dua oarang asal Kota Onde-onde tersebut. Setelah kedua pelaku meminta uang puluhan juta, namun hewan jenis reptil yang dipercaya mempunyai kekuatan magis tersebut tak kunjung didapatkan.

Setelah menyadari bahwa korban tertipu, Sukadi selanjutnya melaporkan persoalan tersebut ke polisi. Petugas, yang mendapatkan laporan dari korban, segera menindaklanjutinya dengan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya kedua pelaku berhasil dibekuk berikut barang bukti.

Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang menjelaskan, pembelian tokek tersebut sebenarnya dilakukan pada Maret 2016, namun oleh korban baru dilaporkan 27 September 2017. Karena memang selama itu, Sukadi hanya diberikan janji-janji manis oleh kedua pelaku asal Mojokerto tersebut.

Kejadian itu bermula ketika Subiyanto dan Ferdinand mendatangi Sukadi. Dalam menjalankan modus operandinya, dua warga Mojokerto itu menawarkan tokek rumahan dengan panjang 59 sentimeter. Sebagai biaya menangkap dan mendatangkan tokek tersebut, mereka meminta uang Rp 10 juta. Korban menyanggupi, bahkan membayarnya lunas.

Tapi hingga waktu yang disepakati, kedua pelaku tak kunjung mengirimkan barang pesanan korban. Ironisnya. Subiyanto dan Ferdinand kembali mendatangi Sukadi guna meminta uang tambahan sebesar Rp 20 juta. Alasannya, uang tersebut hendak digunakan untuk ruwatan. Namun lagi-lagi, ternyata hal itu hanya akal-akalan pelaku, karena tokek yang dijanjikan tak kunjung diberikan kepada korban.

Pelaku tidak hilang akal, mereka kembali meminta tambahan Rp 15 juta dan Rp 5 juta. Pasalnya, tokek tersebut tidak ada, dan kedua pelaku hendak menggantinya dengan samurai. “Akan tetapi hingga saat ini samurai tersebut juga tidak ada. Korban akhirnya melaporkan ke polisi,” kata Subadar, Kamis 5 Oktober 2017.

Lanjut Subadar, selain mengamankan kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Salah satunya empat lembar materai untuk pembelian lima ekor tokek. “Kerugian korban mencapai Rp 50 juta. Saat ini kedua pelaku sudah kita tangkap,” pungkasnya.(elo)