Aksi Spontan Korlap PSHT Magetan, Galang Dana Untuk keluarga Korban

KANALINDONESIA.COM, MAGETAN: Selain menggelar doa bersama, Korlap PSHT Cabang Magetan juga melakukan penggalangan dana secara spontanitas. Hasil dari penggalangan dana tersebut akan diberikan kepada keluarga korban penganiayaan oknum bonek yang terjadi pada sabtu,(30/09/2017) lalu.

Aksi spontanitas penggalangan dana peduli saudara ini dilakukan sesaat sebelum doa bersama dimulai. Beberapa koordinator lapangan(Korlap) dengan menggunakan kardus bekas air mineral menyebarkan kepada para warga PSHT yang tengah duduk bersila di lantai padepokan.

Dari penggalangan spontan, terkumpul dana Rp 9.745.000,-. Dana tersebuit rencananya akan diantar kepada keluarga korban Eko Tristanto dan Anis di daerah Simo Pomahan, Surabaya dan Desa Tlogorejo, Kabupaten Bojonegoro pada hari Minggu mendatang.

”Alhamdulillah, dari hasil penggalangan dana kadang warga PSHT Magetan terkumpul sejumlah Rp 9.745.000, akan kita antarkan perwakilan saja ke Bojonegoro nanti pada hari Minggu ini, semoga amal ibadah sedulur Magetan bisa sedikit meringankan beban keluarga yang di tinggalkan,”terang Zakaria, ketua Korlap PSHT Magetan (05/10/2017)

Ketua Dewan pertimbangan PSHT Cabang Magetan, Sumantri dalam kesempatan doa bersama tersebut memberikan wejangan kepada para warganya yang ikut doa bersama untuk selalu berupaya menjadi pendekar sejati, berjiwa besar, berbudi pekerti luhur, tahu benar dan salah, berguna bagi nusa dan bangsa.

Selain itu para warga PSHT Magetan diharapkan juga untuk menjadi para pendekar terbaik dari yang terbaik, salah satunya bisa menjadi panutan bagi lingkungan, ikut menumbuhkan rasa aman dan tentram, serta menjadi pelopor persatuan dan kesatuan.

“Dengan memiliki jiwa besar, dapat menjadi panutan dan jadi pelopor persatuan dan kesatuan itu ada dalam diri para warga PSHT, maka akan membuat ketentraman bagi diri, keluarga dan lingkungan kita menjadi damai dan indah,” ujarnya.

Sumantri, yang juga Bupati Magetan ini juga  menginginkan para kadang warga PSHT dimanapun berada untuk bisa menahan diri, jangan mudah terpicu oleh berita- berita maupun informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, agar tidak mudah terprovokasi.

Hal senada diungkapkan Kapolres Magetan, AKBP Muslimin menghimbau kepada seluruh warga PSHT Magetan untuk ikut menciptakan suasana kondusif, dengan tidak membesar- besarkan permasalahan yang bisa menimbulkan perpecahan, dengan mempercayakan kepada pihak berwajib,”jangan mudah terpancing, dan bijaklah dalam menggunakan medsos, saat ini proses hukum sedang berjalan dan memerlukan waktu, tidak bisa serta merta,” Jelasnya

Seperti diketahui, pada Sabtu,(30/09/2017) lalu, terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh oknum Bonek terhadap dua orang warga PSHT yang sedang melewati jalan di Bundaran Margomulyo-Tandes, Surabaya. Akibat penganiayaan tersebut, dua orang warga PSHT menjadi korban hingga meninggal dunia.(Choiri)