Heboh, Penjual Kasur Ditemukan Tewas Membusuk

Polisi saat mengevakuasi jasad Jamaludin dari tokonya di Dusun Babatan, Desa Kepuhkembeng

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ketenangan warga Dusun Babatan, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Jombang Jawa Timur, mendadak berubah menjadi heboh. Hal ini dikarenakan, adanya temuan mayat dalam kondisi membusuk.

Diketahui identitas mayat tersebut yakni Jamaludin, seorang pemilik toko kasur dan bantal guling. Sebelumnya, warga asli Dusun Parimono, Desa Plandi Kecamatan Jombang ini sudah tak terlihat membuka tokonya sejak sepekan lalu.

Nur Hasanah (26) tetangga korban mengatakan, Jamaludin yang oleh warga sekitar biasa dipanggil Pak bungkuk, diduga meninggal dunia karena sesak nafas.

“Usianya sekitar 50 an tahun. Sudah seminggu ini toko korban tutup. Biasanya buka terus kok,” katanya kepada sejumlah wartawan di lokasi, Sabtu 7 Oktober 2017.

Masih menurut penjelasan Nur Hasana, awalnya warga sekitar curiga dengan adanya bau busuk yang tercium dari toko korban. Terlebih korban juga tidak pernah keluar sejak sepekan ini. Alhasil beberapa warga memutuskan mengintip dari salah satu celah lubang angin-angin toko korban.

Pada saat itu, warga melihat korban tertidur diatas karpet. Beberapa kali dipanggil oleh warga, korban juga tidak merespon. “Tadi kita tahunya dari lubang angin korban sudah kaku,” ujarnya.

Lanjut Nur Hasanah, atas inisiatif warga, pintu toko korban dijebol dan disaksikan sejumlah perangkat desa dan anggota Polsek Peterongan. “Terpaksa dibongkar pintunya untuk melihat kondisi korban yang ternyata sudah membusuk,” tandasnya.

Sementara, berdasarkan pantauan dilokasi, korban meninggal dalam posisi telungkup diatas karpet memakai sarung dan kaos putih. Petugas Kepolisian dari Polsek Peterongan bersama petugas identifikasi Polres Jombang yang datang ke lokasi langsung, mengevakuasi mayat tersebut ke kamar jenazah RSUD Jombang untuk dilakukan visum.

Kapolsek Peterongan, AKP Mintarto menjelaskan kasus ini sudah ditangani anggotanya bersama tim dari Polres Jombang. “Kami sudah memeriksa beberapa saksi. Namun demikian, kami belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Masih menunggu hasil visum,” pungkas Mintarto.(elo)