Satu Buron Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur Wonosalam, Menyerahkan Diri

Saat polisi menunjukkan foto buron kasus persetubuhan dengan korban anak dibawah umur beberapa waktu lalu

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : IM (20) warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Jombang Jawa Timur yang merupakan satu dari dua sisa buron dalam kasus persetubuhan dengan korban anak dibawah umur yang menghilang sejak tahun 2015 lalu, akhirnya menyerahkan diri ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Jombang, Sabtu (7/10).

Hal ini diungkapkan oleh AKP Wahyu Norman Hidayat, selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, kepada sejunlah wartawan pada hari, Minggu 8 Oktober 2017. Menurutnya, tersangka IM yang menjadi buron Polisi menyerahkan diri sekitar pukul 15.00 WIB.

“tersangka IM sudah menyerahkan diri ke Unit PPA, diantar pihak orang tua dan tiga pilar (red : Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas). Kini yang bersangkutan sedang dalam pemeriksaan petugas,” katanya.

Masih menurut penjelasan Norman, dalam pemeriksaan sementara, IM nekat melakukan persetubuhan terhadap korban, dengan dalil sebagai ungkapan salam perpisahan lantaran tersangka IM akan ke Jakarta.

“tersangka IM merayu korban untuk melakukan persetubuhan sebagai tanda perpisahan sebelum berangkat bekerja ke Jakarta. Dia juga berjanji siap bertanggungjawab jika nantinya terjadi sesuatu hal, sehingga korban pada waktu itu menuruti kemauan tersangka IM,” ujar Norman.

Lanjut Norman, dengan menyerahnya tersangka IM, pihak aparat Kepolisian Polres Jombang kini berkonsentrasi memburu sisa satu orang buron dalam kasus ini.

“tersangka dikenakan jeratan Pasal 81 UURI No 35 Tahun 2014 Jo Pasal 82 UURI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU No 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak,”  tegasnya.

Imbuh Norman, pihaknya juga menghimbau pada tersangka laia yang masih dalam kejaran petugas yakni UB, agar segera menyerahkan diri, sebelum ada tindakan tegas dari pihak Kepolisian. Dan bagi masyarakat atau keluarga yang mengetahui tersangka UB, sebaiknya segera melapor pada pihak yang berwajib.

“ akan kita tindak tegas tersangka maupun pihak-pihak yang menghalangi upaya kepolisian dalam melakukan tanggung jawab, karena semua itu di atur dalam undang-undang,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus persetubuhan dengan korban anak dibawah umur hingga korban hamil ini mencuat tahun 2015 lalu. Meski sempat mediasi, kasus ini akhirnya dibawa ke jalur hukum dengan terlapor sebanyak lima remaja yang semuanya berasal dari Kecamatan Wonosalam.

Sejauh ini polisi telah mengamankan empat tersangka yakni H (19), AP (19), AN (21) dan IM (20). Meski demikian pihak Kepolisian masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk memburu satu pelaku lagi berinisial UB.(elo)