Akibat Arus Pendek, Dua Rumah di Ngawi Ludes Terbakar

Ilustrasi proses pemadaman rumah terbakar
KANALINDONESIA.COM : Dua unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) milik Pemkab Ngawi tidak mampu berbuat banyak untuk menjinakan kobaran api akibat dua rumah terbakar di Desa Sidomakmur, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Peristiwa kebakaran meludeskan rumah milik Darmani (45) dan Suparmi (70) terjadi menjelang tengah malam sekitar pukul 23.15 WIB pada Rabu malam, (03/08), yang diduga akibat hubungan arus pendek.

“Mobil pemadam sampai dilokasi hanya mampu memadamkan dan mendinginkan titik api yang tersisa. Karena proses kebakaran itu sendiri berlangsung begitu cepat meski warga sekitar dengan alat seadanya sudah sekuat tenaga memadamkan api,” terang Teguh Hadi, Kamis (04/08).

Tuturnya, malam itu dirinya baru pulang dari pasang paving di jalan desa setempat kebetulan melintas didepan rumah Darmani. Lantas melihat api mulai membakar rumah bagian belakang milik Darmani disertai asap tebal kontan saja dirinya pun teriak keras ada kebakaran. Dalam waktu cepat tetangga sekitar berusaha melakukan pertolongan dengan alat seadanya.

Baca:  Petani Ngawi Meninggal Saat memupuk Sawah

Karena bahan bangunan rumah Darmani mayoritas terbuat dari kayu api sulit dikendalikan tak pelak rumah Suparmi yang berada di samping kirinya ikut tersambar si jago merah. Dalam waktu kurang dari setengah jam dua rumah ini luluh lantak ludes terbakar tanpa menyisakan apapun termasuk peralatan rumah tangga.

Petugas Polsek Widodaren langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP untuk sementara kebakaran dipicu arus pendek dari pompa air (sibel) milik Darmani yang berada dibelakang rumahnya. Kemudian kerugian material dari kedua rumah tersebut ditaksir mencapai Rp 170 juta namun kebakaran ini tidak menyebabkan jatuhnya korban jiwa maupun terluka.

“Sejak malam tadi anggota kita sudah terjun dilokasi untuk melakukan olah TKP. Dan penyebabnya masih kita lakukan pemeriksaan terus,” ujar Kapolsek Widodaren AKP Juwahir.

Baca:  Brakkk... Dua Kendaraan Saling Hantam Di Sumenep

(pr)