Usai Lapor Polisi, Pelajar Korban Pengroyokan Diminta Oknum Guru Cabut Laporan dan Berdamai

orang tua korban pengroyokan dan salah satu anggota LPA Jombang saat lapor ke Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Diberitakan sebelumnya Samutri (57) yang merupakan orang tua MRM (13) siswa korban pengeroyokan di SMP Negeri 2 Ngoro yang didampingi anggota Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jombang, melaporkan kejadian pengroyokan yang dialami oleh MRM ke Polres Jombang, pada hari Jumat 13 Oktober 2017.

Namun hal ini membuat salah satu oknum guru SMPN 2 Ngoro, menjadi tak tenang hingga oknum guru tersebut mendatangi korban yang tengah dirawat di Rumah Sakit Pelengkap, pada hari Jumat 13 Oktober 2017 ,sekira jam 18.00 WIB. Oknum guru tersebut meminta agar pihak keluarga tidak melapor ke Polisi atas peristiwa pengroyokan yang dialami oleh MRM.

“ salah satu guru yang bernama Erlinda, datang kesini, untuk meminta agar masalah pengroyokan ini diselesaikan secara kekeluargaan, dan tidak perlu menempuh jalur hukum,” kata Nia (28) yang merupakan kakak MRM, Sabtu 14 Oktober 2017.

Masih menurut penjelasan Nia, oknum guru tersebut, juga menyayangkan adanya sejumlah wartawan yang datang ke sekolah dan memberitakan kejadian pengroyokan tersebut.” Katanya pemberitaan yang dilakukan media tidak seperti keadaan yang sebenarnya, yang katanya MRM mengalami luka lebam, benjolan-benjolan, kan kedaannya tidak apa-apa MRM. Gini-gini saya ini guru biologi loh,” ujar Nia sembari menirukan perkataan oknum guru dari SMPN 2 Ngoro, yang mendatangi MRM di rumah sakit.

Lanjut Nia, bukan hanya meminta untuk berdamai, oknum guru tersebut juga menanyakan bagaiman bisa, sejumlah wartawan dapat mengetahui informasi atas peristiwa pengroyokan tersebut. “ terus kok tiba-tiba ada wartawan ke sekolah dan memfoto-foto, itu bagaimana ceritanya,” ungkap Nia.

Sementara itu Nur Kholis selaku Kepala Sekolah SMPN 2 Ngoro, saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone seluler, mengenai adanya oknum guru yang mendatangi korban pengroyokan dan meminta untuk tidak lapor Polisi, pihaknya justru berkelit.” Nggak ada kok, dan mohon maaf saya mau istirahat,” tegasnya secara singkat.

Namun saat ditanya mengenai adanya peristiwa pengroyokan pelajar di SMPN 2 Ngoro, dengan korban MRM yang saat ini mengalami luka-luka hingga retak pergelangan tangannya dan tidak ada perhatian dari pihak sekolah maupun keluarga para pelaku, Nur Kholis, justru bertanya balik.” Seandainya kalau sampean jadi gurunya, apa yang akan sampean lakukan,” tukasnya.