Sekolah Lakukan Mediasi Korban Pengroyokan, LPA Jombang Anggap Proses Hukum Tetap Jalan

orang tua korban pengroyokan dan salah satu anggota LPA Jombang saat lapor ke Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, MRM (13), seorang pelajar asal Dusun Sukotirto, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang Jawa Timur, yang berstatus pelajar kelas VII SMPN 2 Ngoro tersebut menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan oleh kakak kelasnya.

Peristiwa pengroyokan bocah malang tersebut, sudah menyita perhatian banyak pihak, bahkan peristiwa ini juga dilaporkan ke pihak aparat Kepolisian Polres Jombang, oleh orang tua korban dan didampingi oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jombang.

Laporan keluarga korban terhadap para pelaku pengroyokan MRM diterima oleh Aipda Agus Abdul Ghofur, hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Laporan Polisi Nomor : LPB/274/X/2017/JATIM/RES JBG hari Jumat tanggal 13 Oktober 2017, sekitar pukul 15.40 WIB. Selanjutnya, pelapor diarahkan ke Unit PPA Polres Jombang untuk dilakukan BAP.

Kini setelah ada laporan polisi pihak sekolah berupaya untuk melakukan mediasi perdamaian antara pihak keluarga korban dan pihak keluarga pelaku. “Yang jelas hari ini sudah ada pertemuan untuk mediasi masalah tersebut, termasuk pihak wali korban, wali pelaku dan pendamping, termasuk guru BP,” kata Nur Kholis selaku Kepala sekolah SMPN 2 Ngoro, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Senin 16 Oktober 2017.

Lanjut Nur Kholis, bahkan besok pihaknya mengagendakan adanya pertemuan lanjutan untuk melakukan penandatanganan damai antara pihak keluarga korban dan keluarga pelaku.

Sementara itu Pak Huliadi (47) yang merupakan keluarga korban, memebenarkan jika pada hari Senin 16 Oktober 2017, sekitar jam 10.00 WIB, pihak keluarga didatangi oleh pihak sekolah dan diajak untuk melakukan mediasi.” Tadi memang pada kerumah (red : kepala Sekolah dan guru-guru), tapi yang jelas belum damai. Dan besok sekitar jam 7 di undan ke sekolah untuk melakukan mediasi,” ungkap Pak Hul, Senin 16 Oktober 2017.

Dikonfirmasi secara terpisah Beny Hendro Yulianto, SH, selaku anggota LPA Jombang yang melakukan pendampingan terhadap korban pengroyokan, pihaknya mengatakan bahwa kasus pengeroyokan yang dialami oleh MRM  siswa SMPN2 Jombang  sudah dalam proses penyidikan di kepolisian.

“ seharusnya perdamaian antara pihak korban dan pelaku yang sama-sama berusia dibawah umur tersebut semestinya dilaksanakan di kantor kepolisian bukan di sekolah, dan bukanlah lagi kewenangan pihak sekolah,” tegasnya, Senin 16 Oktober 2017.

Imbuh Beny, besok korban juga sudah diagendakan untuk dimintai keterangan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang, dengan demikian pihak aparat kepolisian akan tetap menjalankan prosedur hukum yang berlaku sesuai ketentuan unndang-undang.

“ sebab waktu kemarin pihak keluarga korban sudah melaporkan secara resmi peristiwa pengeroyokan tersebut kepada pihak Kepolisian Resor Jombang, dan sudah ada surat LP nya. Artinya proses hukum akan terus berjalan, dan untuk RJ, itu juga ada mekanismenya tidak secara asal-asalan saja melakukan damai,” pungkasnya.

AKP Wahyu Norman Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, memenarkan jika besok pihak anggotanya akan melakukan pemanggilan terhadap MRM. ” hari ini tadi dijadwalkan untuk BAP, tapi diundur besok mas BAP korbannya,” tukasnya.(elo)