Parkir Liar Di Depan RSUD Jombang, Akhirnya Ditilang Petugas Gabungan

MSD Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh yang ditilang petugas karena parkir di titik yang terpasang rambu larangan parkir

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Petugas gabungan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jombang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) dan, Polisi Militer TNI AD,  menggelar razia terhadap kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan tertib lalu lintas (KTL).

Bukan main, setidaknya ada delapan kendaraan yang nekat parkir di jalur KTL, dan yang menarik dimana satu diantaranya Mobil Siaga Desa (MSD) milik Desa Sukodadi Kecamatan Kabuh, bernopol dinas S 816 WP, ditilang petugas, karena parkir didepan RSUD Jombang.

“Sasaran razia hari ini yakni kendaraan, yang parkir sembarangan atau pelanggaran parkir,” kata Ali Arifin selaku, Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat Satpol PP Pemkab Jombang kepada wartawan, Selasa 17 Oktober 2017.

Saat disinggung tentang adanya MSD yang juga ikut ditilang saat parkir didepan RSUD Jombang, karena mengantar orang sakit, pihaknya membenarkan tentang adanya tindakan tegas yang dilakukan petugas, terhadap pelaku pelanggar parkir.

“MSD Desa Sukodadi yang dikendarai Supri (37) tadi parkir sembarangan di titik yang terpasang rambu larangan parkir di Jl Wahid Hasyim tepatnya di depan RSUD Jombang, makanya kita kenakan tilang,” ujar Ali.

Masih menurut penjelasan Ali Arifin, razia yang dilakukan oleh pihaknya dan tim gabungan tak hanya di Jalan Wahid Hasyim saja. Petugas sebelumnya juga menyisir Jalan Ahmad Yani. Hanya saja di sepanjang jalur ini petugas tidak menemukan pelanggaran baik parkir sembarangan maupun kendaraan digunakan menggelar dagangan.

Lanjut Ali Arifin, namun saat tim gabungan, memasuki di Jalan Panglima Sudirman, petugas mendapati sejumlah kendaran pick up digunakan untuk menggelar dagangan buah.

“Ada tiga kendaraan ditinggal pergi pemiliknya kita putuskan untuk di derek ke kantor satlantas di Jalan Brigjen Kretarto. Yang ada orangnya kita beri surat tilang untuk proses selanjutnya. Sedangkan barang dagangan menjadi urusan Satpol PP dan dibikinkan berita acara,” ungkap Ali.

Imbuh Ali Arifin, sebelum melakukan razia, pihaknya sudah terlebih dahulu mengirim surat kepada para pedagang. Kemudian satpol pp memberikan peringatan lisan kepada pedagang yang membandel berjualan di area terlarang.

“Razia ini merupakan tahap ke tiga. Kami ber-empat (red : Satpol PP, Dishub, Satlantas, Polisi Militer) sepakat rutin patroli dan langsung  menindak meski hanya ditemukan satu, dua pelanggaran,” tandasnya.

Sementara itu, Yoga (36) salah satu pedagang buah yang kena razia di Jalan Panglima Sudirman, mengaku pasrah ketika terkena razia sekaligus terkena tilang petugas. Ia pun tak memungkiri jika telah menerima surat peringatan sebelumnya.

“Saya pasrah saja. Memang betul saya sudah menerima surat, tapi mau bagaimana lagi takut dagangan (red : buah mangga) busuk. Terlanjur punya stok banyak,” pungkasnya.(elo)