Pelajar SMPN 2 Ngoro yang Jadi Korban Pengroyokan, Di BAP Polisi

MRM pelajar SMPN 2 Ngoro korban pengroyokan kakak kelasnya sendiri, saat di mintai keterangan oleh unit PPA Satreskrim Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : MRM (13), seorang pelajar kelas VII SMPN 2 Ngoro asal Dusun Sukotirto, Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang Jawa Timur, yang menjadi korban pengroyokan 7 anak yang tak lain adalah kakak kelasnya sendiri, pagi tadi menajalani pemeriksaan di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang.

MRM yang didampingi keluarga dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jombang menjalani pemeriksaan oleh penyidik dari PPA hingga 2 jam, yakni pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. MRM dimintai keterangan penyidik seputar kronologi kejadian pengroyokan, termasuk lokasi pengroyokan serta saksi-saksi pengroyokan yang dilakukan oleh 7 anak yang merupakan kakak kelasnya sendiri.

“ tadi disuruh menceritakan kejadian saat dipukuli kakak kelas saya mas. Termasuk ditanya dimana lokasi saat saya dipukuli, dan saksinya siapa saja,” kata MRM, Selasa 17 Oktober 2017.

Ketika ditanya siapa pelaku yang saat itu melakukan pemukulan pertama kali dan disaksikan oleh siapa saja, bocah berpawakan mungil tersebut, mengatakan bahwa yang pertama kali melakukan pemukulan yakni FD (14). “ setelah saya dipukul ada teman saya SW (13) dan BN (13) yang sempat berusaha menghentikan, tapi teman saya (red : SW) juga dipukul dibagian mata, sehingga teman saya tak berani melerai mas,” ujar MRM.

Sementara itu Beny Hendro Yulianto SH, selaku pendamping korban dari LPA Jombang, membenarkan terkait adanya pemeriksaan terhadap MRM, oleh pihak PPA Satreskrim Polres Jombang.

“ Hari ini, selasa 17 oktober 2017, sekira jam 10 sampai dengan 12 WIB, kami dari LPA Jombang mendampingi MRM (13) korban penganiayaan dan pengeroyokan di SMPN2 Ngoro untuk memberikan keterangan sebagai saksi korban di Unit PPA Polres Jombang,” ungkap Beny.

Saat ditanya apa saja pertanyaan yang diberikan oleh penyidik terhadap MRM, pihaknya menuturkan bahwa yang ditanyakan oleh penyidik terkait peristiwa pengeroyokan yang dialami korban, dan bagaiman kronologis terjadinya peristiwa pengroyokan tersebut.

“ ada beberapa pertanyaan yang disampaikan penyidik kepada saksi korban yakni kronologis awal terjadinya peristiwa pengeroyokan tersebut, termasuk  menerangkan bahwa lokasi terjadinya pengeroyokan tersebut adalah di sebelah kantin yang masih berada dalam lingkungan sekolah,” terang Beny.

Lanjut Beny, saksi korban juga mengatakan bahwa ada temannya berinisial SW yang terkena pukulan saat hendak melerai. Dan pada saat kejadian berlangsung semua guru masih berada di kantor dan tidak mengetahui kejadian tersebut.

“Saksi korban juga menerangkan bahwa ada saksi yang mengetahui langsung kejadian tersebut yakni saksi BN dan SW yang merupakan teman sekolah saksi korban,” tandasnya.

Imbuh Beny, untuk menghormati proses hukum, pihaknya masih menunggu informasi dari penyidik.” Untuk perkara ini kita serahkan pada penyidik kepolisian yang rencananya akan meminta keterangan dari  beberapa saksi yang mengetahui kejadian pengeroroyokan tersebut,” tukasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, AKP Wahyu Norman Hidayat selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, mengaku akan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi. “ Dalam waktu dekat, para saksi akan dimintai keterangan, saat ini kita lagi proses pengiriman surat pemanggilan saksi-saksi,” pungkasnya.(elo)