Sidang Kasus Prudential Memintai keterangan saksi

lely lestari

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Sidang kasus asuransi prudential yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo, yang sempat membuat Lely Lestari merasakan dinginya hotel prodeo, selaku nasabah dengan agenda memeriksa saksi untuk dimintai keterangan, Kamis(05/06/2014).

Dalam sidang yang mendatangkan dua mantan lurah tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Irawan Jati Kusumo SH, mengajukan beberapa pertanyaan seputar kebenaran tempat tinggal Nica Wijaya di Jalan Imam Bonjol 10 A Ponorogo.

Dua saksi tersebut adalah Suprapto, mantan kepala Kelurahan Brotonegaran yang menjabat dari tahun 1990 sampai dengan 2008.

Kepada Suprapto, JPU hanya menanyakan apakah sebagian dari Jalan Imam Bonjol tersebut merupakan wilayah dari Kelurahan Brotonegaran, yang dijawab dengan membenarkanya.

“Ya sisi selatan Jalan Imam Bonjol yang bernomor ganjil, benar merupakan wilayah dari Kelurahan Brotonegaran,”jawabnya.

Ketika ditanya, apakah saksi mengenal terdakwa (Lely Lestari), dirinya mengaku tidak mengenalnya.

“Saya tidak kenal dengan Bu Lely,”ucapnya.

Sementara itu, kepada saksi kedua yakni, Misni yang merupakan mantan kepala Kelurahan Kauman, JPU juga menanyakan tentang keluarga terdakwa, namun dirinya mengaku tidak banyak tahu, apalagi ketika JPU menanyakan terkait dengan kematian Nica Wijaya, lantaran saat dia mulai menjabat, Nica Wijaya telah meninggal hampir satu tahun, dimana berdasar pada surat kematian di  kantor kelurahan Kauman dan BAP sebelumnya tertulis meninggalnya Nica Wijaya pada Jumat Pahing (09/06/2006).

Bahkan Misni, juga sempat menunjukun kopian Kartu Keluarga(KK) yang diterbitkan 28 Juli 2005. Dalam kartu keluarga tersebut tertulis bahwa kepala keluarga adalah Lely Lestari, karena suaminya, Yusuf Wijaya telah meninggal. Dan dalam KK tersebut tertera nama Nica Wijaya, bukan Ica Wijaya ataupun Yulica Wijaya.

Senada dengan saksi sebelumnya, Misni juga membenarkan bahwa sebagian dari Jalan Imam Bonjol adalah wilayah dari Kelurahan Kauman.

Selain itu keduanya juga mengaku, baru tahu jika dirinya pernah dipanggil ke Polda Jatim, untuk dimintai keterangan, dimana sebelumnya dia merasa belum mengetahui terkait kasus apa dirinya sampai dipanggil Polda. Serta, keduanya juga mengaku tidak pernah didatangi oleh siapapun terkait kasus asuransi ini selain dari Polda Jatim.

Misni, ketika ditanya Hartono SH, Penasehat Hukum terdakwa terkait nama Ika Wijaya, mengaku tidak tahu menahu, bahkan dia baru dengar nama Ica Wijaya setelah Irawan Jati Kusumo, Jaksa Penuntut Umum menanyakan tentang Ica Wijaya.

“Saya tdak tahu siapa Ica Wijaya, yang saya tahu ya Nica Wijaya yang telah meninggal dan namanya terdaftar dalam KK milik Bu Lely,”ucapnya.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya, majelis hakim sebenarnya telah mendatangkan tiga dokter, dua diantaranya memberikan keterangan bahwa saat Nica Wijaya datang memeriksakan diri, kondisi fisiknya dalam keadaan sehat, namun ada satu dokter spesialis mata, yaitu dr Praminto yang didatangkan dalam sidang telah mencabut pernyataanya.

Menurut Hartono, penasehat hukum terdakwa, bahwa dokter Praminto telah mencabut keterangannya dengan membuat surat pencabutan pernyataan dihadapan notaris.

“Selain dua dokter yang menyatakan bahwa Nica Wjaya dalam keadaan sehat, juga ada satu dokter lagi namun dia telah mencabut pernyataanya, yaitu dokter Praminto,”ucapnya.

Diakatakanya, “sangat nampak sekali bahwa jaksa tidak bisa membuktikan dakwaanya, bahwasanya pasal 381 dan 266 belum bisa dibuktikan, sehingga sampai saat ini klien kami belum bisa dibuktikan. Dan sampai saat ini sudah 9 saksi tidak ada urgensinya dengan perkara, bahkan ketika ditanya, mereka mengaku tidak kenal dengan klien kami,”ungkapnya.

Ditambahkanya,”dokter Praminto telah mencabut segala surat yang dikeluarkan ke prudential, dia merasa dibohongi prudential. Ada yang datang berpura- pura sebagai pasien, kemudian menyodorkan blangko, yang untuk diisi dokter Praminto dan suruh menambahkan bahwasanya Nica Wijaya itu lumpuh buta dan sebagainya,”terang Hartono.

Menurutnya, dalam persidangan sebelumnya, dokter Praminto mengatakan bahwa Ica Wijaya itu bukan Nica Wijaya.”Bahkan setelah diperlihatkan fotonya itu sangat berbeda,”imbuhnya.

Untuk langkah kedepan, Hartono mengatakan,” selama jaksa penuntut umum belum bisa menunjukan dakwaanya kita mengikuti saja proses hukum, nanti kita akan mengajukan saksi yang meringankan (adecat) klien kami, bahkan dari dokter Praminto kita mendapatkan bukti yang kuat tentang pencabutan itu, dan ini akan meringan klien kami,”pungkasnya.(KI-01)