Datangi Panwaslukab Ponorogo, FPPP Tanyakan Hasil Seleksi Panwascam

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Sekelompok masa yang menamakan Forum Peduli Pemilu Ponorogo mendatangi kantor sekretariat Panitia Pengawas Pemilu(Panwaslu) Kabupaten Ponorogo, Kamis(19/10/2017).

Kedatangan masa tersebut untuk menanyakan hasil seleksi administrasi dan tulis, dimana menurut mereka ada pendaftar calon Panwascam yang tidak ikut tes tulis, namun namanya muncul dalam hasil seleksi dan masuk ke 6 besar.

“Ini tadi kami sudah audensi dengan komisioner Panwaslukab, terkait dengan dugaan adanya peserta siluman. Berdasarkan fakta dan data, bahwa mereka tidak ikut tes tertulis, namun bisa lolos dan masuk 6 besar,”ucap Heru Budiono, salah satu anggota FPPP kepada awak media, Kamis(19/10/2017) saat ditemui usai audensi dengan komisioner Panwaslukab.

Masih menurut Heru,”seharusnya berdasarkan SOP mereka tidak lolos tapi ternyata kok diloloskan, berarti dari proses ini cacat hukum dan seleksi harus diulang. maka kami akan pertanyakan ke Bawaslu provinsi, yang akan ke Ponorogo,  jadi semua harus diulang,”tegasnya.

Menyikapi adanya dugaan peserta seleksi yang menurut Heru tidak mengikuti tes tulis namun muncul di enam besar tersebut, jika Panwaslukab tetap mengesahkan dan melanjutkan ke tahap berikutnya, pihaknya akan berupaya agar rekruitmen Panwascam dianulir keseluruhan.

“Jika Panwaslu ngotot tidak menganulir keseluruhan, artinya diulang, kami akan melporkan temuan ini ke DKPP,”beber Heru.

Sementara itu, ketua Panwaslu Kabupaten Ponorogo, Widi Cahyono kepada awak media mengatakan, jika rekruitmen Panwascam digelar sudah berdasar pada UU No 7 tahun 2017 yang didalamnya juga mengatur panduan rekruitmen Panwascam.

“Yang mana disitu disampaikan tentang adanya pedoman pembentukan Panwascam,”ucap Widi.

Disebutkanya, untuk seleksi dari tahap awal sampai dengan 6 besar adalah merupakan wilayah Pokja, namun setelah muncul pengumuman enam besar menuju 3 besar itu wilayah komisioner Panwaslukab.

“Kita tidak meminta ke Pokja untuk mengoreksi, tapi kita telah mengingatkan bagaimana agar tes seleksi tertulis ini maksimal. Jadi dalam seleksi administrasi itu kami sudah betul-betul meminta kepada kepala kesekretariatan untuk langsung melakukan pengawasan. Apapun bentuk yang disampaikan Pokja ke kita, harus kita sampaikan ke publik, jangan sampai nanti tidak transparan, jeda waktunya lama, ini tidak main-main, apalagi peserta ini cukup banyak yaitu mencapai 400 orang,”urai Widi.

Lebih lanjut dikatakan Widi,” Pokja sudah saya ingatkan agar berhati-hati, supaya mengkoreksi dengan betul dan seksama jangan sampai ada celah-celah yang melemahkan, Kita sampaikan dengan tegas dan semua sudah kita bahas dengan detail dan rapatkan bersama sama dengan Pokja,”pungkasnya.(*)