Tidak Tepat Sasaran, Rombong Pecel Bantuan Pemkab Jombang Mangkrak

salah satu rombong pecel bantuan dari Pemkab Jombang, yang mangkrak tidak terpakai dan trepajang di depan rumah

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Program Prorakyat yang digulirkan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang, berupa bantuan rombong dari Pemkab Jombang, untuk para pedagang pecel keliling yang tergabung dalam Paguyuban Kuliner pecel yang berasal dari Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto, mangkrak alias tidak terpakai, dan tampak terpajang di depan rumah-rumah pedagang pecel keliling tersebut

“ iya mas tidak bisa digunakan, karena rombongnya terlalu berat, semua tidak ada yang dipakai mas rombong bantuan dari pak Bupati,” kata Puji Astuti selaku sekretaris pagutuban pedagang pecel Sumbermulyo, saat ditemui dikediamannya, 19 Oktober 2017.

Masih menurut penjelasan Puji, pihaknya mengaku bahwa rombong yang diberikan pemerintah tersebut, memang sangatlah bagus dan kuat, namun kondisi ini justru tidak sebanding dengan harapan para pedagang.

” Kita dari pedagang kan banyak yang jualan pecel pake sepeda ontel mas, kalau rombongnya kayak gini, ya ndak kuat buat membawa. Yang pake sepeda motor saja tidak kuat membawa rombong ini mas, terlalu berat,” ujarnya.

Lanjut Puji, sebenarnya para pedagang lebih memilih untuk mendapat bantuan modal daripada rombong pecel yang tidak bisa digunakan.” Sebenarnya rombongnya itu gak perlu bagus, tapi yang penting kita diberikan bantuan modal untuk jualan pecel,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Markonah, rombong pecel bantuan dari Bupati memang bagus dan kuat, namun tidak cocok dengan keinginan pedagang, karena rombongnya terlalu berat.” Rombongnya bagus mas dan kuat tapi ini rombongnya, terlalu berat. Saat membawa pulang dari balai Desa saja waktu itu banyak yang jatuh mas, karena rombongnya berat,” ungkap Markonah, 19 Oktober 2017.

Saat disinggung apakah pihaknya selaku ketua Paguyuban pecel pernah diajak kordinasi oleh dinas terkait yakni Dinas Koperasi, sebelum bantuan rombong diberikan. Markonah menjelaskan bahwa pihaknya hanya sekedar dimintai nama-nama penerima bantuan rombong, namun tidak diberi penjelasan seperti apa detail rombong yang akan diterimanya.

“ saya dimintai nama anggota dan jenis kendaraan yang digunakan untuk berjualan pecel, ya saya kira nanti rombongnya itu beda-beda, lakok ternyata semua dapatnya sama, gak bedanya. Ya akhirnya tidak ada yang dipakai jualan mas,” paparnya.

Imbuh Markonah, para anggota paguyuban pedagang pecel, ini sebenarnya lebih mengharapkan bantuan berupa modal untuk berjualan pecel, dari pada rombong.” Ya lebih senang jika dapat bantuan modal daripada rombong,” tegasnya.

Ketika ditanya dibuat apakah rombong pecel bantuan Pemkab, yang diterima oleh pihaknya, pihaknya mengatakan bahwa untuk rombong pecel miliknya saat ini digunakan untuk menyimpan barang-barang.” Saya buat nyimpan helm, sepatu, dan barang-barang lainnya mas, mubadzir daripada tidak digunakan. Yang lain ada yang dibuat almari, dibuat macem-macem,” tandasnya.

Bantuan rombong pecel yang langsung diberikan oleh Bupati Jombang Nyono Suherli Wihandoko pada sejumlah ibu-ibu pedagang pecel keliling tersebut, merupakan bantuan yang bersumber dari Anggaran Program Belanja Daerah (APBD). Dan disitribusikan oleh Dinas Koperasi Jombang.

Dari data yang dihimpun redaksi, terdapat 180 rombong pecel yang disalurkan oleh Pemkab Jombang, dengan anggaran pembuatan tiap rombongnya menelan dana sebesar Rp. 1.700.000,-. Namun sungguh disayangkan tidak ada satupun rombong ini yang bisa digunakan untuk berjualan ibu-ibu pedagang pecel keliling tersebut.

Rombong pecel ini paling banyak diberikan Pemkab, di Desa Sumbermulyo, Jogoroto Jombang. Total ada 97 pedagang pecel keliling yang mendapat bantuan rombong atau rengkek ini. Seperti diketahui Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto merupakan sentra pedagang pecel keliling. Sebagian warganya merupakan pedagang nasi pecel yang di jual secara berkeliling dengan menggunakan sepeda ontel ataupun sepeda motor.(elo)