Waduh Rombong Bantuan Pecel Dari Pemkab, Dibuat Lapak Jualan Rambutan

rombong pecel bantuan pemkab Jombang yang digunakan untuk lapak jual rambutan

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Rombong pecel bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, yang tidak bisa digunakan untuk berjualan pecel keliling karena terlalu berat dan membahayakan keselamatan para pedagang pecel, kini beralih fungsi digunakan sebagian penerima bantuan untuk keperluan lain, salah satunya untuk lapak berjualan rambutan.

“ ya ini sengaja saya buat tempat naruh jualan rambutan, karena terlalu berat, dan mau dimasukkan ke dalam rumah ya berat mas untuk mengangkatnya,” kata Siti Kotijah salah satu pedagang pecel penerima bantuan rombong pecel dari Pemkab Jombang, 20 Oktober 2017.

Masih menurut Siti, dari pada rombong bantuan tersebut tidak bermanfaat, pihaknya mengaku sengaja menjadikan rombong tersbut sebagai lapak jualan rambutan di depan toko kelontong miliknya.” Semua yang dapat rombong tidak ada yang digunakan untuk jualan pecel, malah ada yang dibuat jualan bensin, ya kalau punya saya ya saya buat naruh dagangan rambutan saya mas,” ujar Siti.

Saat disinggung apakah pihaknya tidak pernah mengadu pada dinas terkait yakni dinas Koperasi, selaku inisiator bantuan rombong pecel tersebut, Siti menegaskan, bahwa dirinya sudah pernah menyampaiakan, namun dirinya malah disuruh untuk membongkar rombongnya sendiri dengan biaya sendiri.

” Saya sudah lapor, kok rombongnya tidak ada yang dipakai jualan, ya gak kuat pak bawa rombongnya, disamping terlalu berat rombongnya juga terlalu besar. Kalau terlalu besar ya dibongkar saja, dan pake ongkosnya sendiri, biar bisa dipakai untuk jualan,” ungkap Siti.

Saat ditanya apakah harapannya kepada pemkab Jombang mengenai masalah rombong bantuan yang kini belum bisa memberikan manfaat untuk para pedagang pecel keliling tersebut. “ ya harapannya ada bantuan modal mas, bukan rombong. Kalau memang rombongnya mau ditarik dinas dan diperbaiki ya kita malah seneng, biar ada manfaatnya dan tidak membahayakan para pedagang pecel,” tandasnya.

Dari pantauan dilapangan, di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang, yang merupakan kawasan sentra pedagang pecel keliling, tampak sejumlah rombong-rombong pecel bantuan Pemkab Jombang yang bertuliskan “ JOMBANG SEJAHTERA UNTUK SEMUA” di depan rumah warga mangkrak tidak terpakai, namun juga dapat dilihat bahwa ada sejumlah rombong pecel yang berubah fungsi menjadi lapak jualan rambutan atau tempat menjual bensin.

Bantuan rombong pecel yang langsung diberikan oleh Bupati Jombang Nyono Suherli Wihandoko pada sejumlah ibu-ibu pedagang pecel keliling sekitar bulan Agustus lalu, merupakan bantuan yang bersumber dari Anggaran Program Belanja Daerah (APBD). Dan disitribusikan oleh Dinas Koperasi Jombang.

Ada sekitar 180 rombong pecel yang disalurkan oleh Pemkab Jombang, dengan anggaran pembuatan tiap rombongnya menelan dana sebesar Rp. 1.700.000,-. Namun sungguh disayangkan tidak ada satupun rombong ini yang bisa digunakan untuk berjualan ibu-ibu pedagang pecel keliling tersebut.(elo)