Rombong Pecel Bantuan Mangkrak, Kadis Koperasi Anggap Penerima Bantuan Tidak Cerdas

rombong pecel atau rengkek bantuan yang tidak diuganakan untuk jualan pecel keliling

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Seperti diberitakan sebelumnya, 180 rombong pecel bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, yang tidak bisa digunakan alias mangkrak, hal ini dikarenakan rombong pecel tersebut terlalu berat dan membahayakan keselamatan para pedagang pecel.

Namun kejadian ini justru dianggap kepala dinas koperasi Jombang, Drs. Hadi Siswaji bahwa para penerima bantuan tidak bisa memanfaatkan secara maksimal rombong pecel atau rengkek  bantuan dari Anggaran Program Belanja Daerah (APBD) 2017.

“ kalau mereka cerdas, itu tidak harus digunakan dengan sepeda motor. Mereka (red: penerima) terpatok pemikirannya bahwa itu adalah gerobak, seharusnya rombong itu bisa dimodifikasi,” kata Hadi saat ditemui dikantornya, Jumat 20 Oktober 2017.

Masih menurut Hadi, kalau dianggap tidak manfaat itu keliru, rombong pecel itu multi guna jika mau memodifikasi.” Itu rombongnya bisa digunakan, seandainya tutupnya tidak digunakan kan beratnya bisa berkurang. Dari segi kerangka memang sangatlah kuat, karena secara desain memang dibuat agar rombong ini bisa digunakan selamanya seumur hidup,” ujarnya.

Lanjut Hadi, pengadaan bantuan rombong pecel yang bersumber dari APBD, ini dilakukan lelang secara terbuka, dari pagu anggaran 2 juta per rombong. Namun hasil lelang yang menang dengan penawaran anggaran 1,7 juta per rombongnya.” Itu prosesnya lelang terbuka nasional dan pemenangnya bukan orang Jombang. Meski saya berharap pemenangnya orang Jombang,” ungkapnya.

Saat disinggung tentang langkah apa yang akan diambil oleh pihaknya mengenai rombong yang mangkrak, pihaknya mengatakan bahwa akan melakukan evaluasi.” Ini ka nada fungsi pembinaan berkelanjutan, jadi saya akan ke sana lagi untuk melakukan evaluasi dan monitoring mas,” tukas Hadi.

Dari data yang dihimpun redaksi, terdapat 180, bantuan rombong atau rengkek pecel yang diberikan oleh Pemkab Jombang, yang tersebar di 21 Kecamatan yang ada di Jombang, dan yang terbanyak ada di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, dengan jumlah 97 penerima bantuan rombong pecel.

Namun disayangkan rombong bantuan tersebut hingga kini tidak bisa digunakan untuk berjualan pecel keliling karena terlalu berat dan membahayakan keselamatan pedagang. Kini justru sebagian rombong pecel bantuan tersebut berubah fungsi menjadi lapak dagangan rambutan, bensin, bahkan ada yang menggunakan sebagai almari.(elo)