HSN Di Jombang, Diikuti Puluhan Ribu Santri

ribuan santri yang mengikuti peringatan HSN di alun-alun Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Ada puluhan ribu santri dari sejumlah pondok pesantren yang turut memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-Alun Jombang. Puluhan ribu santri ini juga mengikuti apel dan kirab HSN.

Didin Ahkmad Sholahudin selaku Ketua Panitia HSN Kabupaten Jombang, menuturkan bahwa pada peringatan hari santri pada tahun 2017 ini, ada 22.851 peserta yang terdiri dari santriawan dan santriwati yang terlibat dalam apel dan pawai. Jumlah tersebut melebihi target dari panitia yakni sebanyak 22 ribu peserta.

“ dari data yang masuk pada panitia, ada 22.851 peserta yang ikut HSN di Jombang. Kemungkinan bisa lebih karena banyak yang datang belakangan,” kata Didin kepada sejumlah wartawan, Minggu 22 Oktober 2017.

Masih menurut penjelasan Didin, berdasarkan catatan panitia, apel dan pawai peringatan hari santri untuk kali ini diikuti oleh 422 Madrasah dan 43 Pesantren. “ untuk para peserta datang sendiri dan dengan menggunakan biaya sendiri, ini sungguh luar biasa,” ujarnya.

Dalam peringatan hari santri kali ini, kegiatan HSN diawali dengan apel. Usai apel, para santri dan warga Nahdliyin berjalan kaki ke arah ringin contong dan berakhir di Stadion Merdeka Jombang. Sepanjang perjalanan mereka melantunkan salawat nabi.

Lanjut Didin, sepanjang rute pawai, ada beberapa titik minuman gratis, panggung hiburan dan penampilan dari komunitas seni di Jombang. “Tadi di alun-alun kita bacakan bersama-sama ikrar santri dan resolusi jihad untuk membangkitkan semangat santri dan mengenang sejarah,” ungkapnya.

Selain apel dan pawai, HSN di Jombang juga dihiasi dengan penyerahan kartu santri dan beasiswa kepada santri berprestasi. Hal ini guna memompa semangat belajar para santri ke depan.

Peserta dianjurkan membawa atribut khas lembaga masing-masing dan banner ucapan hari santri. Setiap pimpinan lembaga juga diminta untuk melakukan pengawasan terhadap kelompoknya masing-masing. “Peserta kita anjurkan untuk menggunakan atasan koko putih, bawahan sarung dan peci hitam,” pungkas Didin.

Sementara itu, KH Salman Hafid (Gus Salman), selaku ketua PCNU Jombang membacakan sambutan Ketua Umum PBNU KH Said Aqiel Siradj. Gus Salman membeberkan peran santri dan ulama dari masa ke masa. Muli era pra kemerdekaan, kemerdekaan, orde lama, orde baru, hingga era reformasi.

“Santri dan ulama memiliki peran sangat besar dalam perjalanan bangsa ini. Sementara dipilihnya 22 Oktober sebagai HSN, karena pada 22 Oktober 1945, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari menerbitkan resolusi jihad. Yakni kuwajiban berperang melawan penjajah. Dari resolusi itu pula akhirnya pecah pertempuran 10 November 1945,” tandas Gus Salman.(elo)