Dua Anggota TNI Jadi Korban Pengroyokan Simpatisan PSHT

sejumlah terduga pelaku pengroyokan dua anggota TNI aktif saat diamankan di Polres Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Kericuhan yang dilakukan oleh oknum simpatisan perguruan pencak silat PSHT kembali terjadi. Kali ini konvoi simpatisan PSHT diduga melakukan pengeroyokan di Desa Banjardowo Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Bahkan korban pengroyokan yang dilakukan oleh oknum simpatisan PSHT, adalah dua anggota TNi aktif.

Korban pengroyokan anggota TNI yakni dari TNI AL berpangkat Kelasi Satu, Joko Sutrisno yang berdinas di Juanda Surabaya, serta Kopda Edi Windoko, Anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T, serta empat orang warga sipil yang sedang melintas di jalan tersebut juga sempat menjadi korban pengroyokan oknum simpatisan PSHT.

BACA JUGA : Densus 88 Amankan Terduga Jaringan Teroris Asal Balong Ponorogo

Dari data yang dihimpun redaksi, sekitar pukul 08:00 WIB, anggota PSHT yang melibatkan tiga rayon antara lain rayon Sumberejo, rayon Plosogeneng dan rayon Sendangrejo mengadakan acara syukuran dan orkes di lapangan SDN Sumberejo, Desa Sumberejo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Namun dalam acara tersebut dihadiri oleh beberapa simpatisan PSHT dari berbagai wilayah di Kabupaten Jombang.

BACA JUGA : Inilah Kronologi Penangkapan Terduga Teroris Ponorogo

Sekitar pukul 12:00 wib kegiatan syukuran selesai dan anggota PSHT membubarkan diri dengan cara konvoi mengendarai sepeda motor sebanyak 209 orang.

Di saat melintas di jalan Desa Banjardowo berpapasan dengan Kelasi Satu Joko Sutrisno (anggota dinas psikologi AL Juanda Surabaya). Tanpa ada sebab yang jelas tiba-tiba kelompok oknum simpatisan PSHT tersebut langsung mengeroyok dan memukuli Kelasi Satu Joko Sutrisno (anggota dinas psikologi AL Juanda Surabaya)

Kemudian melintas empat orang warga sipil, lalu langsung di pukuli. Selanjutnya pada saat yang sama melintas Kopda Edi Windoko, anggota Korem 082/CPYJ BP SP3T. Melihat kejadian tersebut Kopda Edi, bermaksud hendak melerai pengeroyokan tersebut namun malah pihaknya juga menjadi sasaran amukan oknum simpatisan PSHT.

Setelah babak belur, selanjutnya para korban pengeroyokan mendatangi lokasi acara syukuran PSHT di lapangan SDN Sumberejo, untuk meminta pertanggungjawaban panitia syukuran PSHT. Namun pihak panitia tidak mengetahui pelaku yang telah melakukan pengeroyokan tersebut karena dalam acara tersebut panitia hanya mengundang tiga rayon. Meskipun yang datang dalam acara tersebut juga terdapat simpatisan PSHT dari seluruh Kabupaten Jombang.

Selanjutnya enam orang Korban pengeroyokan simpatisan PSHT tersebut melaporkan kejadian tersebut ke Polres Jombang.

Sementara itu AKBP Agung Marlianto selaku Kapolres Jombang, saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp (WA), mengenai adanya peristiwa pengroyokan dengan korban dua anggota TNI aktif, pihaknya belum memberikan jawaban, mengenai adanya kasus pengeroyokan yang ditangani oleh jajarannya.(elo)