Inilah 5 Nama Cawagub Nasionalis Yang Mencuat Untuk Mendampingi Khofifah Indar Parawansa

Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri resepsi 28 tahun Ponpes Putri Al-Mawaddah Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, SURABAYA: Baru-baru ini di acara hari santri nasionalis di Kabupaten Ponorogo Khofifah Indar Parawansa menjabarkan bahwa pendamping dirinya adalah dari kalangan santri nasionalis atau dari kalangan nasionalis religius. Siapakah Kandidat ideal nasionalis pendamping Ibu Khofifah Indar Parawansa (KIP) sebagai Cawagub Jatim. Kandidat tersebut harus memiliki kapasitas basis massa, ideologi politik, kemampuan jaringan sosial dan kapital, pengalaman di pemerintahan atau legeslatif, dan terakhir harus memiliki elektabilitas tinggi sebagai vote getter KIP.

KIP sudah gagal dua kali dalam pecalonan sebagai Cagub Jatim 2008 dan 2013, selain karena dicurangi dan dijegal, akan tetapi faktor vote getter juga tidak mendongkrak suara. Dimana Pilgub 2008 bersama Mujiono dan Pilgub 2013 bersama Hermawan Sumawiredja.

Harapan dan analisa saya, inilah 5 nama santri nasionalis yang layak mendampingi KIP untuk mendulang suara.

  1. Ridwan Hisjam, basis massa Golkar dan kinonya, pengalaman di DPR RI, MPR RI, DPRD Jatim dan pernah calon wakil Gubernur dua periode. Jaringan terkuat wilayah arek (malang dan sekitarnya), wilayah tapal kuda (madura, situbondo, bondowoso, banyuwangi, probolinggo dll). Network financial dan jaringan media cukup mengakar. Dekat dengan NU dan Muhammadiyah. Beliau adalah lahir dari keluarga religius di Perak Surabaya, mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam, istrinya Nur Ridwan Hisjam keturanan priyayi ningrat dari Sumenep penyokong perjuangan NU di Sumenep.
  2. Hasan Aminuddin, basis massa lebih kedaerahan, khusunya Tapal Kuda. Kuat dan mengakar dijaringan NU bisa menyangi Gus Ipul dan Anas di akar rumput NU, pengalaman di pemerintahan sebagai Bupati Probolinggo dua periode dan DPR RI dari Nasdem, jaringan media bagus sebab didukung MetroTV dan kuat dibasis Gusdurian. sebagai mantan Ketua DPC PKB dan Ketua DPC PPNUI Kabupaten Probolinggo beliau tidak perlu diragukan lagi kesantriannya.
  3. Suyoto, basis massa dan ideologi jelas yaitu Muhammadiyah, punya kapasitas dan pengalaman di DPRD Jatim dan Bupati Bojonegoro dua periode, jaringan kuat sebab dekat dengan Investor selama jadi Bupati terbuka bagi investor dan saling menguntungkan, kuat di daerah pantura (gresik, bojonegoro, tuban, lamongan, surabaya dll), skema politik NU-Muhammadiyah menjadi magnet penguatan jaringan di akar rumput. Santri kota ini dibesarkan dari Muhammadiyah dari bawah, mulai dari HMI-IMM, Pemuda Muhammadiyah, PW Muhammadiyah Jawa Timur dan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik.
  4. Masfuk, akar dan basis politik jelas yaitu PAN dan Muhammadiyah, pengalaman menjadi pengusaha dan Bupati Lamongan dua periode, kuat di daerah pantura (gresik, bojonegoro, tuban, lamongan, surabaya dll), skema politik NU-Muhammadiyah menjadi magnet penguatan jaringan di akar rumput. Jenis kelamin politik sama dengan Suyoto. lahir dan besar sebagai santri kota dan aktif di pergerakan Muhammadiyah, khususnya Muhammadiyah di Lamongan dan sebagai pengurus PW Muhammadiyah Jatim. sebagai tokoh nasionalis pendampingnya saat nyalon Bupati Lamogan adalah KH. Tsalis Ketua PC NU Lamongan waktu itu.
  5. M. Mirdasy, memiliki akar dan basis politik yang jelas yaitu Muhammadiyah, putra Almarhum Abdurrohim Nur Ketua PW Muhammadiyah Jatim ini pengalaman di DPRD Jatim dua periode dan pengalaman menjadi elit partai di Jatim. Pernah menjadi Sekretaris PPP Jatim dua periode, Sekretaris Nasdem dan sekarang Ketua Ormas Perindo dan Partai Perindo Jatim, sekarang juga aktif sebagai Ketua PW Parmusi Jatim, bisa menjadi penguat diakar rumput pasangan NU-Muhammadiyah. Jaringan politik mengakar di Seluruh Kabupaten, dekat dengan Ketum DPP Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, jaringan media kuat khusus backup MNC Group dll. Hasil survei Partai Perindo lebih tinggi dari PAN, Nasdem dan Hanura. Mirdasy selain nyantri di Jogja beliau juga menjadi santri Bapaknya sendiri di Porong Sidoarjo, sebab KH. Abdurrohim Nur sebelum jadi Ketua PW Muhammadiyah Jawa Timur beliau pernah menjadi Ketua PW GP Ansor Jawa Timur.

5 nama cawagub tersebut memiliki watak dan pendamping KIP. saya menyarankan sebagai bahan evalusi dan seleksi. Semoga Tim seleksi cawagub yg memilih sesuai harapan KIP yaitu dari santri nasionalis.

 

Penulis adalah : Syafrudin Budiman SIP, (Sahabat Khofifah, mantan tim sukses Kofifah/ mantan ketua PMB Jatim pendukung Khofifah)