Waduh, 57 Meter Bangunan Pagar TPA Jombang Ambruk

bangunan tempok pagar TPA Jombang di Desa Banjardowo, yang ambruk

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Sepanjang 57 Meter bangunan tembok pagar yang baru dibangun di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang, ambruk.

Belum diketahui secara pasti penyebab ambruknya tembok pagar yang masih dalam tahap pembangunan tersebut. Pekerjaan Bangunan tembok pagar TPA tersebut dibangun dengan Anggaran Program Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jombang tahun anggaran 2017, yang menelan anggaran sebesar 276 juta.

“ hari Jumat malam kemarin ambruk mas. Jumat kemarin ambruk ke timur, kalau Jumat yang minggu kemarin ambruk ke barat,” kata salah satu penjaga TPA, yang namanya enggan untuk dipublikasikan.

Saat ditanya apakah penyebab, ambruknya pagar tembok yang masih dalam masa pembangunan tersebut, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. “ ya mungkin angin mas yang menyebabkan tembok pagar ambruk, lagi pula di sini (red: Desa Banjardowo) tanahnya gerak mas,” ujarnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Namun saat ditanya terkait apakah ada dugaan pelaksana pembangunan proyek dari pihak rekanan yang nakal, pihaknya menjelaskan bahwa memang ada sedikit masalah antara pelaksana pekerjaan khususnya mandor pelaksana dan sejumlah pekerja.

” Kalau sepengetahuan saya, mungkin itu matrial pasirnya yang kurang bagus, karena itu pasir dari galian C. Tapi yang kerja disini sering terlihat cek cok ama mandornya, ya keliatannya soal gaji pekerja. Biasanya kalau hari Sabtu, pasti rebut soal gaji mas,” tegasnya.

Dari pantauan dilapangan, nampak tidak ada pekerja yang sedang melakukan aktifitas pembangunan pagar tembok tersebut. Dan memang nampak sekali matrial pasir yang digunakan untuk kegiatan pembangunan pada proyek tersebut nampak seperti tanah uruk.

“ kemarin yang ambruk itu sekitar 57 meter mas, tapi sepertinya sudah ada perbaikan dari pelaksananya,” pungkas salah satu penjaga TPA, yang terus mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Dalam keterangan yang tertulis di papan proyek, pekerjaan pembangunan pagar tembok tersebut dikerjakan oleh CV. Karya Raya, dan diawasi oleh CV. Anrifah Enginering. Untuk masa pengerjaan pembangunan pagar tersebut, dikerjakan selama 90 hari sesuai kalender. Namun yang menarik hingga hari pembangunan tembok pagar tersebut belum juga rampung, bahkan sepanjang 57 meter pagar tembok tersebut ambruk, namun kini sepanjang 30 meter tembok pagar tersebut sudah diperbaiki dan masih tersisa sekitar 27 meter yang masih ambruk.

Sementara itu Ulum selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari DLH Jombang saat dikonfirmasi melalui sambungan telephon seluler yang terdengar hanya nada sambungnya saja, dan saat dihubungi melalui sambungan aplikasi WhatsApp (WA), juga tak kunjung diangkat.(elo)