Rombong Pecel Bantuan dari Pemkab Jombang Mangkrak, Pedagang Gunakan Rombong Lama

rombong pecel lama milik Bu Misnah yang digunakan berjualan sehari-hari

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Mangkraknya rombong (red : rengkek) pecel, yang merupakan program prorakyat yang digulirkan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang, dikarenakan terlalu berat dan membahayakan keselamatan pedagang, membuat sejumlah pedagang kuliner pecel tersebut memilih untuk menggunakan rombong lama untuk berjualan pecel keliling.

“ iya mas kita tetap gunakan rombong lama, karena rombong bantuan tidak  bisa di pakai karena berat, bisa jatuh nanti kalau sampe bawa rombong bantuan pemkab,” kata Misnah (42), yang merupakan pedagang pecel di sekitar area taman kebon rojo Jombang, Rabu 25 Oktober 2017.

Saat disinggung bagaimana nasib rombong yang diberikan oleh Pemkab Jombang, pihaknya mengatakan, bahwa rombong miliknya tidak terpakai di rumah.” Rombong milik saya, di rumah dibuat kandang kucing mas,” ungkap Misnah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Indah (40), saat ditemui di taman kebon rojo Jombang, pihaknya mengaku bahwa rombong miliknya juga mangkrak di rumah.” Iya mas rombong milik saya juga masih di rumah, mangkrak gak terpakai,” ujar Indah.

Ketika ditanya apakah pihaknya di ajak berunding atau dimintai informasi oleh pihak Dinas Koperasi, sebelum rombong tersebut diberikan, pihaknya mengaku belum pernah diajak bertemu oleh pihak Dinas, untuk membahas bantuan rombong.” Tidak pernah mas dimintai keterangan atau ditanya maunya pedagang itu seperti apa, ya yang jelas kita langsung diberi rombong sama pak Bupati,” tegasnya.

Masih menurut penjelasan Indah, namun untuk hari ini aka nada pertemuan pihak paguyuban pedagang dan Dinas di Kantor Balai Desa Sumbermulyo, Jogoroto Jombang. “ katanya nanti jam 13.00 WIB, ada rapat di Balai Desa, mau ada perbaikan rombong. Katanya rombong pecelnya mau dibongkar biar agak ringan dan bisa digunakan untuk berjualan pecel keliling,” tandasnya.

Dari data yang dihimpun redaksi, terdapat 187 rombong bantuan yang dibuat oleh pemkab Jombang, dengan anggaran untuk tiap rombongnya menelan dana 1,7 juta, yang diambilkan dari Anggaran Program Belanja Daerah (APBD) tahun 2017. Dan terdapat 97 warga Desa Sumbermulyo yang berprofesi sebagai penjual pecel keliling sebagai penerima rombong pecel bantuan dari Pemkab.

Meski ada 187 rombong pecel bantuan dari Pemkab, namun masih terdapat sejumlah pedagang pecel asal Desa Balongbesuk, Kecamatan Diwek yang belum menerima bantuan rombong pecel bantuan.” Saya dan dua orang teman saya tidak dapat rombong bantuan dari pak Nyono (red : Bupati) mas. Tidak tau apa alasannya kok kenapa kita juga pedagang pecel, tapi tidak dapat rombong,” papar Marni (46) saat ditemui di taman Kebon Rojo Jombang, Rabu 25 Oktober 2017.(elo)