YKP Gelar Whorkshop, Tekan Kekerasan Perempuan dan Anak di Ponorogo

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno membuka worshop program menciptakan ruang untuk aksi melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak, perempuan dan perkawinan bertempat di lantai 5 gedung terpadu Rabu (27/09/2017).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Ponorogo bekerjasama dengan Yayasan Kesehatan Perempuan ( YKP) Jakarta.

Workshop dengan peserta 35 orang ini berasal dari lintas sektoral. Diantarannya dari Kepolisian, Fatayat NU, Aisiah, media, Dokter, Dinas Kesehatan, BKKBN, LSM, KPPA  dan Kementrian Agama.

Tujuan dilaksanakannya workshop, diharapkan lembaga kemitraan ini mampu mensosialisasikan program yang akan dilakukan kedepan. Yaitu menekan angka perkawinan anak, menurunkan vertilisasi anak dengan usia 15 sampai dengan 19 tahun, menurunkan kematian  ibu saat melahirkan, menekan angka kematian anak dan menurunkan angka kekerasan ibu dan anak.

Wakil Bupati Ponorogo Sudjarno, saat membuka workshop  menjelaskan kerjasama yang akan dijalin dengan yayasan Kesehatan Perempuan Jakarta ini  akan berlangsung selama 4 tahun.

“Diharapkan dalam kurun waktu tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan kaum perempauan dan anak. Meski angka kematian ibu dan anak di Kabupaten Ponorogo tidak terlalu tinggi,”ucap Wakil Bupati Ponorogo, Sudjarno kepada awak media.

Pun demikian Sudjarno berharap, kedepan Ponorogo harus bisa bebas dari kasus tersebut. Begitu pula dengan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Di kabupaten Ponorogo data ini cukup tinggi, dan untuk itu diperlukan kerjasama lintas sektoral untuk menurunkan angka tersebut,”tegasnya.

Hal senada juga diungkapkan Tini Hadad salah satu pengurus Yayasan  Kesehatan Perempuan Jakarta. Tini mengungkapkan yayasannya dalam melakukan program ini sudah bekerjasama dengan 4 kabupaten di Jawa Timur termasuk Ponorogo.

“Data menunjukkan angka perkawinan anak usia dibawah 20 tahun  di Kabupaten Ponorogo adalah 9%. Angka tersebut cukup tinggi, dan bila dibiarkan akan menimbulkan banyak masalah baru,”ucap Tini Hadad.(KI-01)