Karena Hama dan Cuaca Produksi dan Harga Cengkeh Turun

ilustrasi kebun cengkeh (istimewa)
KANALINDONESIA.COM : Produksi cengkeh (Syzygium aromaticum) adalah merupakan salah satu komoditi unggulan di Jawa Timur, di Kabupaten Madiun budidaya Cengkeh tersebar di 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Dolopo, Dagangan, Wungu, Kare dan Gemarang seluas 1.411 hektar areal terbesar ada di Kecamatan Kare.

“Musim panen tahun 2016 ini diprediksi turun akibat serangan hama, menyerang tanaman komoditas tersebut. Kami prediksi, produksi cengkeh turun 15℅-20℅ dibanding tahun 2015 lalu,” jelas Sekretaris Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Madiun Hadi Subandono, Senin (8/8).

Menurutnya ssuai data, produksi cengkih Kabupaten Madiun tahun 2015 lalu mencapai sebanyak 1.060 ton. Tahun ini menurun hingga 20 persen dari angka tersebut karena hama, luasan tanaman cengkih yang terserang hama mencapai 208 hektare dari luas total lahan cengkih Kabupaten Madiun.

Baca:  Jadikan, Pengalaman Menginap Baru Dengan Promo Super Dealing Package di Lorin Hotel Solo

Dinas dan petani telah berupaya semaksimal mungkin, tambahnya, namun serangan hama sulit dibasmi hingga berdampak pada produksi tahunan. “Serangan hama tersebut otomatis membuat petani cengkeh merugi, karena harga jual anjlok.Tahun lalu harga jual bisa Rp 120 ribu per kg, kini Rp 95 ribu-Rp 97 ribu per kg.

Anjloknya harga tersebut selain karena mengikuti harga pasar, juga disebabkan karena kondisi cuaca. Cengkeh dijemur tidak kering sempurna, akibat hujan yang masih sering terjadi di lereng Gunung Wilis pada musim kemarau ini. “Anomali cuaca, yakni hujan yang masih turun di waktu musim kemarau ini sangat berdampak pada aktivitas penjemuran cengkih,” ujarnya.