Usai Hadiri AYIC 2017, Wapres JK Adakan Pertemuan Secara Tertutup Dengan Gus Solah di Tebuireng

Wapres JK, Pak Dea Karwo, dan Gus Solah saat di Tebuireng Jombang

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Usai menghadiri agenda kunjungan kerja dalam acara ASEAN Youth Interfaith Camp (AYIC) 2017, di Islamic Center Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, Jawa Timur, Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI), Muhammad Jusuf Kalla (JK) yang ditemani oleh, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, sempat mendatangi Gus Solah di Pondok Pesantren Tebuireng.

Rombongan iring-iringan Wapres yang juga didampingi Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko ini sampai di Tebuireng sekitar pukul 12.00 WIB. Saat tiba di Tebuireng, rombongan disambut oleh Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Salahuddin Wahid (red : Gus Solah) beserta istri, diikuti dengan lantunan sholawat badar, yang dilantunkan oleh sejumlah kelompok kesenian hadrah, yang beranggotakan santri Tebuireng.

Selanjutnya, rombongan Wapres dan Gus Solah, menggelar pertemuan tertutup kurang dari satu jam. Usai salat Dhuhur berjamaah, rombongan langsung bersiap meninggalkan Ponpes Tebuireng.

Saat ditanya sejumlah awak media, tentang seputar materi apa saja yang dibahas dalam pertemuan tertutup tersebut. Wapres JK dan Gus Solah kompak menjawab jika hanya sekedar silaturrahim.“Ini sahabat semenjak dulu. Jadi, silaturrahim. Kalau tak ke Tebuireng tak afdol,” kata JK kepada awak media usai bertemu Gus Solah, Minggu 29 Oktober 2017.

Ketika ditanya apakah pertemuan ini terkait dukungan Golkar untuk Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018, mengingat Gus Solah adalah ketua tim 9. Dengan tegas JK membantah hal tersebut.

“Ah tidak (red : dukungan Golkar untuk Khofifah). Makin banyak silaturrahim kan makin bagus. Kalau pemimpin bersatu, rakyat tentu juga bersatu ,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Gus Solah pertemuannya dengan JK tak membahas Pilgub Jatim. Menurutnya, dalam pertemuan itu JK bercerita tentang kunjungan kenegaraannya ke Turki dan Kazakhstan. “Cerita itu saja, pengalaman-pengalaman terakhir,” ungkap Gus Solah.

Masih menurut penjelasan Gus Solah, Wapres JK bercerita terkait perkembangan agama Islam di Kazakhstan, negara pecahan Uni Soviet.“Anak mudanya taat ibadah. Islam berkembang pesat di sana (Kazakhstan). Dulu Islam dikekang.  Begitu pecah, anak-anak mudanya belajar agama. Mereka lah yang sekarang menjadi orang cukup berumur, menjalankan agamanya dengan baik,” pungkasnya.(elo)