Keterbatasan Modal, Pelukis Sangkar Burung di Lamongan Tetap Eksis

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN;  keterbatasan modal dan peralatan tak membuat patah semangat bagi Sutrisno (50) Warga Dusun Pasar Sore Desa Kanugerahan Kecamatan Maduran untuk terus berkarya memproduksi sangkar burung perkutut bermahkota. Dengan dibantu oleh istri dan anaknya, pria yang memulai usahanya sejak 30 tahun lalu ini saat dirinya belum menikah. Dia memulai karir di Surabaya jadi tukang gambar panggilan dan bekerja juga di sebuah usaha kerajinan sangkar burung perkutut.

Sejak 5 bulan lalu Sutrisno mencoba usaha sendiri di kampung halamannya di Dusun Pasar Sore Desa Kanugerahan Kecamatan Maduran Lamongan yang tidak jauh dengan kegiatan ekonomi di Pasar Laren. Menepati rumah sederhana sebagai tempat tinggal dan sekaligus tempat bekerjanya, bapak dengan 4 anak itu menghasilkan banyak lukisan sangkar burung perkutut yang indah.

Sutrisno mengatakan, dalam memproduksi sangkar burung perkutut ini, dirinya menyediakan berbagai lukisan dan ukiran diantaranya;  Motif  ukiran, Naga, Wayang Hanoman, Barongsai, Ganesa dan topeng. “Yang lagi Ngetrend dan banyak yang pesan saat ini adalah  ukiran  motif Naga dan topeng,” katanya.

“Saya mendatangkan sangkar burung ini mentahan dari Madura, mas”, kata dia saat ditemuai Kanalindonesia.com. Untuk mendatangkan barang tersebut butuh biaya lumayan besar dan harus dibayar dengan tunai. Sangkar mentah tersebut nanti diproses dengan melukis, menghias dan memberi warna terhadap sangkar burung tersebut.

“Sepasang sangkar yang mentah saya harus membayar Rp. 210.000,- dan tidak mungkin saya beli dibawa 10 unit, belum lagi kendaraannya. Tapi bagaimana lagi mas, hanya ini yang saya bisa”, terangnya sembari menata sangkar-sangkar yang usai diberi pelapis warna.

Pemasaran dari hasil karyanya memang belum sampai keluar kota akan tetapi beberapa tempat wilayah Kecamatan Sekitar sudah mengenal dari hasil karya Sutrisno tersebut.

“Terkadang saya mengantarkan ke berbagai tempat penjualan sangkar burung, tetapi ada pelanggan yang datang ke sini langsung”, katanya.

Ada beberapa orang pengrajin lukisan sangkar burung perkutut di Dusun Pasar Sore Desa Kanugerahan Kecamatan Maduran, akan tetapi mereka memiliki kendala yang sama yakni permodalan. Mereka berharap Pemerintah bisa memberikan solusi untuk mengatasi masalah ini agar kerajinan ini tidak sampai gulung tikar. (Omdik)