Sampah Kondom Berserakan, RTH Jombang Diduga Jadi Ajang Mesum

Sampah Kondom nampak berserakan di salah satu sudut Ruang Terbuka Hijau (RTH) Keplaksari, Jombang

KANALINDONESIA.COM : Masyarakat Jombang mengeluhkan adanya kondom yang berserakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Keplaksari, Jombang. Taman yang dikelola Dinas PU Cipta Karya dan Taman Kota ini di duga kerap dijadikan sebagai ajang berbuat mesum oleh pasangan muda-mudi, Selasa (09/08/2016).

Pasalnya, dilokasi tersebut nampak berserakan kondom bekas yang dibuang begitu saja oleh para penggunanya. Padahal RTH Keplaksaru menjadi salah satu tempat rekreasi keluarga yang menyejukkan dan murah meriah, kini sangat memprihatinkan.

Aprianto (30) salah satu warga Jombang, mengeluhkan adanya kondom yang berserakan dikawasan RTH Keplaksari tersebut. Terlebih kawasan RTH termasuk ikon pintu masuk kota Jombang. Seharusnya warga ikut menjaga kebersihan lingkungan tersebut. Padahal sampah kondom tersebut terbuat dari bahan yang tak mudah terurai, dan memakan waktu yang lama.

Baca:  Tindaklanjuti Rakernas, Kementan Bahas Pembiayaan Pertanian di Rakorsin

Saya sendiri kurang mengerti dan tidak tahu kenapa kondom tersebut dibuang ditempat RTH Keplaksari. Jika ini tidak ditangani serius bisa jadi akan berdampak yang kurang bagus dan kedepan akan menjadi prostitusi terselubung ditempat rekreasi yang murah meriah ini,” Ungkapnya.

Sementara itu, pemerhati lingkungan dan sosial Aan Anshori, sangat prihatin dengan kondisi itu. sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan ditempat umum lainya juga bernasib sama dengan RTH Keplaksari itu. selain diduga merupakan dampak dari penutupan sejumlah lokalisasi dibeberapa wilayah, rendahnya kualitas etos masyarakat terkait tertib membuang sampah pada tempatnya diduga menjadi penyebab ulah sembarangan itu.

Sehingga prostitusi yang ada di Kabupaten Jombang ini terjadi tanpa bisa dikontrol, siapa yang bisa menjamin misalkan paktek-praktek ini tidak semakin menyebarkan virus HIV/ AIDs dimana Jombang sendiri merupakan Kota yang menempati ranking kedua terbanyak penderita HIV/AIDs,” Bebernya.

Baca:  BPP PAI Lantik 24 Advokat-nya di Lampung

Pihak Dinas terkait segera bertindak tegas dan memperkuat kesadaran masyarakat terkait budaya dan cara membuang sampah yang benar. Selain itu, Pemerintah juga diminta lebih meningkatkan kontrol pengedalian penyebabaran HIV/AIDs, ” Harapnya.

(EL)