Nyambi Jual Pil Dobel L, Karyawan Swalayan di Ngawi Diciduk Polisi

KANALINDONESIA.COM, NGAWI: Seorang karyawan sebuah swalayan di Ngawi, RM (22) warga Desa Tulakan, Kecamatan Sine, Ngawi, diamankan petugas Satresnarkoba Polres Ngawi lantaran kedapatan mengedarkan obat-obatan terlarang jenis pil dibel L, Kamis (02/112017). Anggota Satresnarkoba Polres Ngawi yang melakukan penggeledahan terhadap diri RM menemukan 17 strip pil koplo jenis Trihexyphenidhyl masing-masing strip berisi 10 butir dan 3 strip jenis Tramadol dengan total 170 butir pil. Dengan alat bukti ratusan butir pil koplo tersebut RM digelandang petugas ke Mapolres Ngawi. Dari informasi yang berhasil dihimpun, diamankanya RM ini mendasar informasi warga masyarakat dan dikembangkan selama hampir satu bulan lebih yang akhirnya mengarah kepada yang bersangkutan. Untuk tersangka RM ini sudah menjadi target operasi sejak sebulan lalu mendasar info dari masyarakat. “Menurut pengakuan sementara dari tersangka, ratusan pil koplo tersebut diambil atau didapat dari wilayah Sragen Jawa Tengah, terang Kasatreskoba Polres Ngawi AKP Moch Mukid, Kamis (02/112017). Lebih lanjut dikatakanya, dari pengakuan tersangka, ratusan pil dobel L tersebut selain dikonsumsi sendiri, oleh RM juga diedarkan ke sejumlah orang baik disekitar tempat tinggalnya maupun sekitar lokasi kerja. Hanya saja sasaran edarnya sendiri bukan pelajar melainkan para orang dewasa yang sudah bekerja. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak stamina dalam beraktifitas. Setiap strip pil baik jenis Trihexyphenidyl maupun Tramadol didapat dengan harga Rp 16 ribu kemudian dijual lagi ke konsumen seharga Rp 30 ribu. “Untuk pengembangan lebih lanjut kami terus memburu jaringan RM yang ada di Sragen dengan melakukan koordinasi dengan Polres Sragen. Dan RM ini sesuai pengakuanya baru mengedarkan pil koplo itu baru setahun terakhir namun sebelumnya dia sebagai konsumen,”ulas AKP Moch Mukid. Dikatakanya, saat ditangkap RM tidak melakukan perlawanan dan mengakui seluruh perbuatanya baik sebagai konsumen maupun pengedar pil koplo. Dengan demikian untuk memberikan efek jera RM bakal dijerat dengan UU RI No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang ancamanya paling lama 12 tahun penjara. (dik)