Menuju Lamongan Bebas BAB, Dinkes Jatim Datangi Karanggeneng

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Dalam rangka mendukung program pemerintah tentang Open Defecation Free (ODF) menuju Kabupaten Lamongan yang bebas buang air besar sembarangan, Dinas kesehatan Propinsi Jawa Timur melakukan Verifikasi ODF di wilayah Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng  Kabupaten Lamongan.

Dalam kegiatan tersebut beberapa perwakilan staf Kecamatan Karanggeneng, Puskesmas Karanggeneng dan Perangkat Desa Sumberwudi ikut serta mendampingi tim verifikasi ODF dari Dinas kesehatan Propinsi Jawa Timur untuk melakukan verifikasi langsung ke rumah warga dalam rangka Lamongan Bebas Buang Air Besar Sembarangan, Kamis (2/11/2017).

Target Kabupaten Lamongan menuntaskan Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di tahun 2017 tampaknya bisa terealisasi. Sebab banyak jamban sehat bagi keluarga sudah dibangun. Selama ini masyarakat melakukan BAB di sembarang tempat.

Pembangunan jamban sehat bagi keluarga ini, merupakan landasan penting rangkaian pola hidup sehat, baik secara jasmani, rohani dan mind-set. Hal ini sesuai dengan pilar kesehatan dari program pemberdayaan masyarakat.

Menurut Anik, Staf Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Kerja serta Olahraga Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur sebagai koordinator verifikasi di Kecamatan Karanggeneng yang turun langsung ke rumah warga, ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan terkait program Open Defecation Free (ODF). Yakni, mengubah mindset masyarakat yang selama ini tidak memiliki fasilitas jamban di rumahnya, untuk memakai jamban agar terbiasa dengan pola hidup sehat.

Senada dengan Anik, Kepala Desa Sumberwudi M. Syakuri mengatakan melihat kenyataan tersebut, sebenarnya tidak adanya jamban di setiap rumah tangga bukan semata faktor keadaan ekonomi. Tetapi lebih kepada belum adanya kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Jamban pun tidak harus mewah dengan biaya yang mahal. Cukup yang sederhana saja disesuaikan dengan kemampuan ekonomi rumah tangga. Buat apa jamban yang mewah sementara perilaku buang air besar (BAB) masih tetap sembarangan. Ada faktor lain yang menyebabkan masyarakat untuk membuat atau membangun jamban yaitu ketergantungan pada bantuan pemerintah dalam hal membangun jamban. Hal ini merupakan bagian dari kesalahan masa lalu dalam penerapan kebijakan yang justru cenderung memanjakan masyarakat”, katanya.

Salah satu warga Sumberwudi, yang enggan disebut namanya mengaku kalau dulunya dia bersama keluarga masih BABS di memakai Jamban cemplung, namun sejak adanya penyuluhan dan penjelasan dari bidan desa maka kami merubah perilaku hidupnya sehingga sekarang dapat membangun sendiri jamban yang saniter dirumahnya.

Diakhir kegiatan verifikasi petugas dari Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Timur memberikan beberapa catatan kepada Kepala Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng untuk mengatasi atau menuntaskan jambanisasi yang ada di desanya. (Omdik)