Rombong Pecel Bantuan Mangkrak, LINK : Banyak Program APBD Untuk Pencitraan

rombong pecel bantuan yang mangkrak dan masih ditimbun di belakang kantor Balai Desa Sumbermulyo
rombong pecel bantuan yang mangkrak dan masih ditimbun di belakang kantor Balai Desa Sumbermulyo

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Mngkraknya rombong pecel bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pada sejumlah pedagang pecel keliling di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, Jombang Jawa Timur, dinilai oleh direktur Lingkar Keadilan untuk Indonesia (LINK), adalah program yang menggunakan Anggaran Program Belanja Daerah (APBD) yang syarat pencitraan.

“Aku merasa program bantuan rombong pecel, syarat pencitraan untuk politik electoral dan sangat terkesan kuat di kebijakan rombong pecel ini,” kata Aan Anshori selaku Direktur LINK, Jumat 3 November 2017.

Masih menurut Aan, banyak sekali kejanggalan dalam mekanisme pengadaan rombong bantuan pecel tersebut.  “ Bagaimana mungkin spesifikasi rombong tidak tepat sehingga muspro?. Hal itu mengindikasikan tidak terjadinya assessment yang tepat, oleh Dinas terkait,” ujarnya.

Lanjut Aan, program bantuan yang terkesan top down, menurutnya sangat kental dengan kepentingan politik terselubung. Dimana program tersebut turun dari pemangku kebijakan tanpa harus memperhatikan detail aspirasi penerima bantuan.

“Penerima manfaat diabaikan aspirasinya sehingga rombong mangkrak. Padahal, ini proyek berbiaya mahal, hampir setengah miliar, tapi kenapa tidak bermanfaat,” ungkap Aan.

Imbuh Aan, bahkan pihaknya mendesak agar aparat penegak hukum bisa mengambil sikap, dan berdiri secara independent sesuai dengan fungsinya masing-masing. “ Aku juga mendesak agar Polisi juga melakukan penyelidikan karena sangat mungkin ketidaktepatan spesifikasi rombong berimplikasi pada terjadinya korupsi,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya Program Prorakyat yang digulirkan Pemerintah kabupaten (Pemkab) Jombang, berupa bantuan rombong pecel dari Pemkab Jombang, untuk para pedagang pecel keliling yang tergabung dalam Paguyuban Kuliner pecel yang berasal dari Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto, mangkrak alias tidak terpakai, dan tampak terpajang di depan rumah-rumah pedagang pecel keliling tersebut.

Rombong pecel yang terlalu berat dan membahayakan keselamatan pedagang tersebut, dianggarkan dari anggaran APBD. Terdapat 180 rombong pecel yang disalurkan oleh Pemkab Jombang, dengan anggaran pembuatan tiap rombongnya menelan dana sebesar Rp. 1.700.000,-. Namun sungguh disayangkan tidak ada satupun rombong ini yang bisa digunakan untuk berjualan ibu-ibu pedagang pecel keliling.(elo)