Puluhan Hektar Tanaman Jagung Di Desa Jagran Rusak Diserang Hama Tikus

KANALINDONESIA.COM. LAMONGAN; Pantauan kanalindonesia.com, di salah satu sawah yang ada di Desa Jagran Kecamatan Karanggeneng, cukup banyak buah jagung yang terkelupas kulitnya. Bahkan, ada  banyak buah jagung yang tinggal tongkolnya.

Menurut keterangan pemilik sawah, Slamet (67) tanaman jagung miliknya telah diserang hama tikus sejak 20 hari yang lalu. Hama tikus telah menyerang tanaman jagung miliknya saat berusia 40 hari.

“Tikus menyerang tanaman jagung yang ada di bagian selatan desa,” jelasnya kepada kanalindonesia.com di lokasi, Minggu (5/11/2017).

Pada musim tanam kedua ini, dia menanam jagung dilahan sekitar 1.400 meter persegi.

Meski demikian, dia tidak bisa memastikan luas lahan yang telah diserang tikus saat musim tanam jagung kedua ini. “Sampai saat ini tidak tahu luas yang diserang, tapi tanaman jagung bagian selatan hampir semuanya dimakan tikus,” imbuhnya.

Menurutnya, hama tikus memakan buah jagung dengan cara memanjat batangnya. Bahkan, tikus juga mematahkan batang untuk bisa memakan jagung yang berada di atas.

Sementara, Kepala Desa Jagran, Tarmidi, membenarkan adanya hama tikus yang masih menyerang tanaman jagung milik petani di daerahnya. Dia juga telah menerima keluhan sejumlah petani jagung yang mengaku diserang hama tikus.

“Sekitar 27 Hektar lahan yang rusak karena serangan hama tikus ini. Saya sudah menghimbau kepada para petani menghindari kerugian terlalu banyak agar memanfaatkan buah jagung yang belum dimakan tikus bisa dipanen untuk dijual serta batang dan daunnya untuk makanan ternak”, tambahnya.

Pihaknya mengaku telah berkoordinasi dengan dinas yang terkait supaya segera dapat solusi untuk memberantas hama tikus. Untuk mengantisipasi hama itu, dia meminta kelompok tani untuk rutin melakukan gropyokan tikus.

Selain itu, kelompok tani bisa mengajukan permohonan bantuan obat pembasmi hama dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Lamongan dengan rekomendasi dari UPTD Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kecamatan Karanggeneng. (Omdik)

Editor : Arso