303 Paguyuban Ikut Dalam Gladen Ageng Jemparingan Ki Mageti

MAGETAN, KANALINDONESIA.COM : Ada yang berbeda di alon- alon Magetan, Jalan Basuki Rahmat, Minggu (05/11/2017) ini, sejak pukul 06.00 banyak orang berdatangan dengan menggunakan pakaian Jawa, lengkap dengan blangkonnya, dengan berbagai macam corak, bahkan dengan membawa panah dan busur.

Ternyata, mereka adalah para pecinta panahan (jemparingan). Mereka akan mengikuti Gladen Ageng dalam rangka hadeging Kabupaten Magetan Kaping 342. Sekitar 303 Paguyupan Jemparingan (panahan) dari Jawa Tengah dan Jawa Timur ikut kompetisi ini.

Acara Gladen Ageng ini merupakan jenis perlombaan yang baru pertama kali digelar di Magetan dan diikuti oleh ratusan peserta yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa timur. Mereka akan memperebutkan tropi dari bupati Magetan.

“Gladen Ageng ini memperebutkan Titis (Tropi) 1 sampai Titis 3 ditambah uang pembinaan dari bupati,” jelas Saifuddin Fanani, ketua panitia.

Dalam Jemparingan Gladen Ageng Ki Mageti, panitia mengadakan 3 jenis kategori yaitu kategori anak, kategori perempuan dan kategori putra,” alhamdulillah, jemparingan Gladen Ageng di apresiasi baik oleh Bupati Magetan, dan ini adalah Gladen Ageng yang luar biasa bagi kami, baru pertama diadakan, namun langsung di apresiasi baik oleh pemerintah kabupaten.”tambahnya.

Untuk kategori perlombaan, jemparingan ageng ki Mageti membuat peraturan dengan jumlah 20 rambahan, masing-masing peserta dalam satu rambahan memiliki 4 anak panah untuk dipanahkan ke titik target.

”Dalam istilah Jemparingan di sini, peserta akan membidik yang namanya Bandul. Bandul tersebut memiliki badan berwana putih mempunyai nilai 1,  dan kepala berwarna merah mempunyai nilai 3, mereka yang mendapatkan nilai terbanyaklah yang menang,” terang Hafidz, salah satu juri dari klub Jemparingan Ki Mageti.(Choiri)