Astaga, Pangeran Arab Saudi Ditangkap

istimewa
istimewagkap, korupsi saudi

 

KANALINDONESIA.COM, SAUDI ARABIA: Sebelas pangeran, dengan empat di antaranya saat ini menduduki jabatan sebagai menteri di kabinet serta puluhan mantan menteri diamankan badan anti korupsi Arab Saudi.

Namun, nama-nama orang yang ditahan tersebut tidak diungkapkan ke publik. Belum jelas juga mereka ditahan atas kasus apa. Akan tetapi, media Al Arabiya melaporkan, penyelidikan terbaru sedang digelar terkait banjir Jeddah pada 2009 dan penyebaran virus Mers yang mewabah pada 2012.

 

Melansir dari BBC, Minggu (5/11/2017), penahanan terjadi hanya beberapa jam usai badan tersebut dibentuk. Badan Antikorupsi itu diketuai oleh Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman dan memiliki kuasa untuk menerbitkan surat perintah penahanan serta pencekalan ke luar negeri.

Komite ini mengumumkan hal tersebut setelah membuka file mengenai banjir Jeddah pada 2009 dan menginvestigasi isu tentang virus korona (MERS – Middle East Respiratory Syndrome).

Komite ini dikepalai oleh Putra Mahkota dengan anggota Ketua Komisi Pemantauan dan Investigasi, Ketua Otorita Anti Korupsi Nasional, Kepala Biro Audit Umum, Jaksa Agung, dan Kepala Keamanan Negara.

Berdasarkan dekrit kerajaan yang dikeluarkan oleh Raja Salman, komite ini punya hak untuk melakukan investigasi, menangkap, mengeluarkan larangan perjalanan, membekukan akun dan portofolio, melacak dana dan aset dari tiap individu yang terlibat dalam kasus korupsi.

Komite anti korupsi yang baru didirikan ini dipimpin oleh Putra Mahkota Kerajaan Arab, Mohammed bin Salman. Pria yang populer disebut MBS ini adalah millenial pertama yang memimpin kerajaan Saudi, demikian disebutkan The Telegraph.

Pria 32 tahun itu, sudah dianggap sebagai penguasa de facto sebelum dilakukannya serah terima kekuasaan resmi dari ayahnya, Raja Salman, yang kini berusia 81 tahun. Ia telah mengendalikan lini utama pemerintah, mulai dari pertahanan hingga ekonomi.

Di tempat terpisah, Menteri Garda Pelindung Nasional Arab Saudi, Pangeran Miteb bin Abdullah, dicopot dari jabatannya. Pencopotan juga dilakukan terhadap Komandan Angkatan Laut Laksamana Abdullah bin Sultan bin Mohammed al Sultan.

 

Pangeran Miteb dibebastugaskan dari jabatannya setelah terbitnya dekrit kerajaan. Pria kelahiran 1953 itu diketahui telah mengepalai Garda Nasional Arab Saudi sejak 2010. Pelindung Nasional adalah pasukan elite keamanan yang didirikan atas dasar kesukuan tradisional yang dijalankan oleh Pangeran Abdullah bin Abdulaziz al Saud, mendiang Raja Arab Saudi, selama lima dekade.

 

Sementara itu, diwartakan Reuters, Garda Nasional bertanggung jawab atas akademi militer, proyek perumahan, dan rumah sakit. Garda Nasional juga merupakan sumber pendapatan luar biasa bagi kontraktor militer Amerika Serikat (AS) yang melatih sekira 100 ribu anggota aktif dan 27 ribu relawan.