Banding, Mantan Wabup Ponorogo Yuni Widyaningsih Diputus 4 Tahun

Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Benny Nugroho
Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Benny Nugroho

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO : Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menerima petikan putusan atas terpidana mantan Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Yuni Widyaningsih terkait kasus korupsi DAK tahun 2012-2013, Selasa(07/11/2017).

Dalam petikan putusan yang dikeluarkan Pengadilan Tinggi Jatim tersebut, menyatakan jika Yuni Widyaningsih terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Pengadilan menjatuhkan putusan kepada Mbak Ida yaitu 4 tahun penjara, dengan denda sebesar Rp 200 juta dan uang pengganti sejumlah Rp 600 juta, namun dalam putusan tersebut tidak ada perintah untuk dilakukan penahanan terhadap Yuni Widyaningsih.

“Tadi pagi baru kita terima dari Pengadilan Negeri Ponorogo, dimana putusanya 4 tahun penjara dengan uang pengganti sebesar Rp 600 juta, dan denda Rp 200 juta,”ucap Kasi Pidsus Kejari Ponorogo Beny Nugroho kepada kanalindonesia.com.

Dengan turunya putusan yang merupakan upaya banding dari pihak JPU Kejaksaan Negeri Ponorogo dan terpidana Yuni Widyaningsih tersebut, Benny mengaku masih akan melakukan konsultasi dengan pimpinan.

“Jadi kita masih ada waktu 14 hari dari diterimanya petikan putusan ini. Kita melakukan kasasi atau tidak nanti masih akan kita konsultasikan dengan pimpinan,”terang Benny.

Diketahui dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, majelis hakim menjatuhkan vonis kepada mantan Wakil Bupati Yuni Widyaningsih atau Mbak Ida 1,5 tahun tahanan kota dengan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan kurungan, uang pengganti Rp 600 juta subsider 1 tahun kurungan dan membayar biaya sidang sebesar Rp 10.000,- .

Dalam sidang tersebut, Yuni Widyaningsih dinyatakan terbukti bersalah dan melanggar pasal 3 juncto pasal 18 ayat 1 (a) dan 1 (b) undang-undang korupsi junco pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan tidak ditahan namun hanya ditetapkan sebagai tahanan kota.(ar)