Terkena OTT Dan Tak Ditahan, Warga Bakal Demo Polres Jombang

ilutrasi

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Sejumlah warga Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Jombang Jawa Timur, akan menggelar demonstrasi ke Polres Jombang, hal ini dikarenakan warga kecewa dengan proses penanganan kasus hukum yang menjerat Kepala Desa (Kades) setempat.

Bagaimana tidak kecewa Kades Aris Priyo Wasono, yang terkana Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim saber pungli Polres Jombang, saat melakukan dugaan pungutan liar (pungli) atas perkara jual beli tanah, justru malah dibebaskan, dan tidak dilakukan penahanan oleh pihak Kepolisian.” Ya kita akan melakukan demo mas, ke Polres,” kata salah satu warga setempat yang namanya enggan untuk dipublikasikan, Selasa 7 November 2017.

Masih menurut penjelasan narasumber yang mewanti-wanti namanya untuk dipublikasikan tersebut, pihaknya mengatakan bahwa sebenarnya, warga setempat sudah sejak lama merasa resah dengan adanya praktek pungli yang dilakukan oleh Kades Aris tersebut, karena aksi pungli yang dilakukan Kades Aris sudah berlangsung cukup lama.

Saat terkena OTT, sejumlah warga cukup senang, pasalnya ulah Kades yang kerap melakukan pungli tersebut, menuai ganjaran yang setimpal. Namun lagi-lagi hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul keatas. Sejumlah warga mengetahui bahwa Kades tak ditahan meski sudah terkena OTT. Otomatis, hal itu menambah keresahan warga.

“Kami jelas heran. Sudah jelas-jelas kena OTT, kenapa sampai hari ini kades tak ditahan, padahal yang kena OTT KPK saja, langsung di tahan, kenapa ini dengan hukum di Jombang,” ujarnya sembari mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan.

Lanjutnya, selain lakukan pungutan terkait pengurusan jual beli tanah dengan prosentasi yang ditetapkan, Kades juga sering melakukan pungutan lainnya. Oleh sebab itu, warga akan lakukan demo jika yang bersangkutan tak ditangani sesuai hukum yang berlaku. Apalagi, polisi dianggap lamban tangani kasus ini. “Warga akan datangi Polres Jombang, untuk mempertanyakan kembali, proses hukum yang ada. Sampai sekarang Kades juga menghilang, tak diketahui keberadaannya,” tandasnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi AKP Gatot Setyo Budi, Kasatreskrim Jombang, mengatakan, bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan dan mengumpulkan keterangan saksi. Namun lahi-lagi, Kasatreskrim tak menjelaskan soal alasan tidak ditahannya Kades Kesamben.

“Saya ini ibarat koki, jadi untuk yang meracik dan menyajikan tergantung nanti. Serta untuk kasus seperti ini, tak boleh dipublikasikan sebelum P21. Untuk lebih jelasnya silahkan datang ke Kapolres, karena yang mempunyai wewenang ada di Kapolres,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Kesamben Aris Priyo Wasono, terkena OTT Tim Saber Pungli Polres Jombang saat terima uang jutaan rupiah dari korban, Rabu (1/11). Meski terkena OTT, dua hari kemudian Kades dilepaskan tanpa alasan yang jelas.

Aksi pungli Kades dilaporkan oleh korbannya yang juga seorang anggota Polri yakni, Sugeng Hariyono warga Desa Ngampelsari, Kecamatan Candi, Sidoarjo saat lakukan jual beli tanah, dan ketika meminta surat tersebut korban dipersulit oleh Kades, karena Kades meminta fee sebesar 5% dari harga pembelian tanah tersebut.

Korban sempat menawar sebesar 2 juta karena merasa keberatan dengan permintaan Kades tersebut, namun Kades tetap bersikukuh meminta uang sebesar 7,5 juta. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersenut ke Polres Jombang, dan setelah melakukan kordinasi akhirnya korban menyerahkan uang tersebut pada Kades Aris, setelah menerima uang korban selanjutnya Kades memberikan surat keterangan jual beli tanah milik korban, selanjutnya tim saber pungli menangkap Kades Aris dengan barang bukti uang 7,5 juta dan surat jual beli tanah milik korban.(elo)