Awas Kawanan Rampok Kerap Beraksi di Jombang

tembok rumah korban yang dobobol oleh kawanan rampok

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Kawanan rampok kini kian marak beraksi di Jombang. Diberitakan sebelumnya dealer sepeda motor di kawasan Diwek Jombang, juga sempat menjadi sasaran oleh kawanan rampok. Puluhan juta uang raib dibawa kabu oleh kawanan rampok yang hingga kini masih misterius keberadaannya.

Kali ini giliran rumah seorang juragan beras yang menjadi sasaran oleh kawanan rampok. Rumah tersebut milik pasangan suami istri H Suyanto (69) dan Mundziroh (49), yang berada di Dusun Ngumpul, Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Jombang Jawa Timur. Kejadian perampokan ini terjadi pada hari Rabu 8 November 2017, sekitar pukul 02.30 WIB.

Dalam peristiwa ini korban kehilangan sejumlah harta benda baik berupa uang tunai, perhiasan emas, sepeda motor maupun truk lengkap dengan muatan beras yang di bawa kabur oleh kawanan rampok tersebut usai melakukan aksinya.

“Yang hilang dua gelang emas berat masing-masing 40 gram dan 20 gram. Kemudian kalung emas berat 20 gram, tiga cincin masing-masing berat 5 gram. Uang tunai Rp 50 juta, satu unit Ponsel Nokia, satu unit Kawasaki Ninja 150 (nopol lupa), Truk Mitsubishi Canter S 9075 UW berikut isi muatan 9 ton gabah,” kata AKP Gatot Setyo Budi selaku Kasat Reskrim Polres Jombang, kepada sejumlah wartawan di lokasi, Rabu 8 November 2017.

Masih menurut Gatot, aksi perampokan bermula saat Suyanto pemilik rumah, sedang istirahat di dalam kamar. Sedangkan istri Mundziroh sedang nonton TV. Sekitar pukul 02.30 WIB,  Mundziroh dikejutkan dengan masuknya lima orang pria memakai cadar atau penutup wajah, dengan membawa sejumlah senjata tajam.

Lanjut Gatot, salah satu kawanan rampok langsung menghardik dengan mengatakan ‘Jangan bergerak, hidup atau mati. Dimana hartamu’, sambil mengalungkan sebilah celurit di leher Mundziroh.  Karena ketakutan, korban terpaksa menunjukkan keberadaan perhiasan emas dan uang tunai miliknya.

“Saat itu kondisi pintu rumah dan gerbang dalam keadaan terkunci. Diduga perampok masuk melalui tembok sisi selatan yang ditemukan jebol,” ungkap Gatot.

Imbuh Gatot, sedangkan pelaku lain mendatangi Suyanto di dalam kamar dan langsung menutup mata, mulut dengan lakban. Kedua tangan korban juga diikat kawat serta kaki diikat tali rafia. Hal yang sama kemudian dilakukan kawanan rampok terhadap Mundziroh.

Berhasil melumpuhkan korban, pelaku kemudian membawa kabur motor dan truk lengkap dengan muatan 9 ton gabah. “Beberapa saat kemudian Mundziroh berhasil melepaskan ikatan tangan hingga akhirnya melapor ke Polsek Jogoroto. Sedangkan Suyanto dilarikan ke Puskesmas Mayangan karena lemas. Kasus ini masih dalam penyelidikan,” pungkas Gatot.(elo)