Alternatif Wirausaha Budidaya Puyuh Organik: Peluang yang Menjanjikan

KANALINDONESIA.COM, SEMARANG: Pelatihan usaha budidaya puyuh organik telah dilakukan di Desa Bawak dan Cawas Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Daerah tersebut memiliki tanah yang subur dan saluran irigasi yang sangat memadai, masih tersedia lahan yang sangat luas yang dapat digunakan untuk budidaya ternak.

Hasil pertanian warga berupa padi dan jagung. Pada musim hujan di daerah persawahan tersedia ikan wader cetol dalam jumlah yang melimpah. Semuanya itu berkontribusi bagi ketersediaan bahan dasar pembuatan pakan organik untuk puyuh. Lahan pekarangan rumah penduduk desa Bawak banyak ditanami tanaman singkong, namun daun singkong belum banyak dimanfaatkan. Daun singkong termasuk pakan sumber protein dengan kandungan 26.55%. Daun singkong juga mengandung provitamin-A yang cukup tinggi sebagai sumber beta karoten. Daun singkong segar mengandung 11.25% beta karoten, Ca 1.71%, Phosphor 0.42%. Berdasarkan kualitasnya, pakan hijauan yang mengandung protein kasar di atas 10%, energi di atas 50%, kalsium di atas 1,0% dari bahan kering dan kandungan vitamin A yang tinggi termasuk kelompok hijauan yang berkualitas tinggi, dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan pokok maupun tambahan untuk ternak. Akan tetapi daun singkong juga mengandung asam sianida yang bersifat racun, namun penambahan daun singkong pada ternak dapat diperhitungkan dibawah batas keracunan. Pemberian tepung daun singkong sampai dengan 5% dalam ransum masih dianjurkan. Kandungan sianida dalam daun singkong dapat diturunkan dengan pengeringan atau penjemuran. Pembuatan pakan organik bisa ditambahkan tepung kunyit atau tepung temulawak. Tepung kunyit mengandung 7.97 % kurkumin. Dalam budidaya puyuh kurkumin berfungsi sebagai hepatoprotektor sehingga dapat mencegah kerusakan hati dan memperbaiki fungsi hati. Hati merupakan organ tempat biosintesis bahan pembentuk kuning telur (vitelogenin), selanjutnya vitelogenin akan disekresikan dan ditransportasi lewat aliran darah ke ovarium untuk mengisi folikelfolikel ovarium. Semakin banyak vitelogenin yang disintesis dihati dan semakin banyak yang didistribusikan ke folikel maka hirarki folikel ovarium yang berkembang lebih banyak, sehingga dapat meningkatkan produksi telur yang kaya beta karoten.

Pembuatan pakan organik puyuh dilakukan melalui serangkaian proses mulai dari penyusunan formula, pembuatan tepung dari masing-masing bahan pakan, serta pencampuran tepung dengan perbandingan sesuai dengan formula. Pakanpuyuh organik yang dihasilkan mempunyai komposisi kimiawi pakan disesuaikan menurut standar NRC untuk pakan puyuh. Hal ini merupakan salah satu sarat untuk terpenuhinya kebutuhan nutrisi bagi puyuh.

Kandang puyuh dengan menggunakan kandang baterai. Kandang Baterai sangat berpengaruh sekali terhadap kesehatan dan produktivitas puyuh. Persyaratan kandang yang baik perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25oC; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup menggunakan lampu 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan).

Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang, sehingga kondisi kandang tidak lembab. Sedangkan ukuran kandang yang digunakan umumnya untuk 1 m² dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjutnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m² sampai masa bertelur.

Lahan untuk beternak puyuh tidak memerlukan lahan yang luas. Puyuh dipilih karena selain mudah untuk diternakkan, juga sangat menguntungkan, karena kebutuhan pakan sangat sedikit, yaitu 15 gram/ekor/hari, mencapai dewasa kelamin pada umur muda, yaitu 42 hari atau 6 minggu, produksi telur tiap hari.

Ada beberapa aspek yang bisa diperoleh dari pelatihan ini, yaitu: pemanfaatan daun singkong, limbah padi dan jagung, ikan wader cetol pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya puyuh, serta produksi telur puyuh organik yang kaya beta-karoten sebagai sumber nutrisi dengan kadar protein tinggi. Penerapan pembuatan pakan puyuh akan merubah paradigma masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya alam yang ada, sehingga dapat mengurangi biaya pakan puyuh.

Penulis adalah : Dr. Tyas Rini Saraswati, M. Kes

Dosen dan Ketua Program Study Magister Biologi, Universitas Diponegoro

Departemen Biologi FSM Undip