DPC PDIP Ponorogo Gembleng 61 Kadernya Ikuti KKP Pratama

KANALINDONESIA.COM, PONOROGO: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia(PDIP) Ponorogo gembleng kadernya dengan menggelar Kursus Kader Partai(KKP) Pratama di Pondok Pesantren Dipo Kerti, Coper, Jetis, Ponorogo, Jatim, Jumat-Minggu(10-12/11/2017).

Dipilihnya lokasi pondok pesantren sebagai kawah Condrodimuko bagi 61 kader dari 68 orang yang mendaftar ini sebagai upaya untuk menanamkan jiwa nasional yang religius dan mampu menguasai teritorial di masing-masing domisili peserta.

“Diklat pratama sengaja kami laksanakan di pondok pesantren. Ada pembacaan ayat suci Alqur’an dan baner-baner yang berisi fatwa dari KH. Hasyim As’ari. Ini penting agar aroma islaminya bisa menyatu. Meski abangan namun PDIP tetap religius,” ungkap Agus Widodo Ketua DPC PDI Perjuangan Ponorogo.

Dalam pembukaan dimulainya KPP Pratama tersebut selain dihadiri sejumlah pengurus DPC PDIP Ponorogo, juga hadirpara narasumber dari Badiklatpus DPP PDIP H. Sirmadji Tjondropragolo, kepala Badiklatda Jatim Bambang Juwono dan sekretari Badiklatda Jatim Jordan Marino.

Dalam sambutanya, kepala Badiklatda Ponorogo, Agus Darmawan mengatakan,”kader yang berjumlah 61 orang itu digembleng selama tiga hari dididik menjadi kader partai yang militan,” terangnya.

Menurutnya, Diklat Pratama ini sesuai dengan instruksi DPP PDI Perjuangan agar seluruh jajaran DPD sampai DPC menggelar diklat kader partai.

“Sesuai amanat konggres, PDI Perjuangan ingin menjadi partai modern artinya partai massa maupun partai kader,” terangnya.

Dalam diklat tersebut, diberikan materi agar para peserta bisa berpikir kritis dinamis ala Bung Karno yakni dialektika. “Ada tesa, antitesa dan sintesa. Ada masalah, tanggapan dan kesimpulan,” sebutnya.

Peserta juga ditanamkan cara berpikir praktis dan dinamis serta mampu menganalisa berdasarkan analisa SWOT. “Semua dikupas habis sehingga kedepan kader partai tidak mudah grogi menghadapi permasalahan di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badiklat DPD PDI Perjuangan Jatim Bambang Juwono mengatakan, diklat tingkat pratama ini adalah salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya kader Partai.

Kepada kanalindonesia.com, pria yang saat ini menjadi anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim ini mengatakan,”ini adalah bagian dari metode partai meningkatkan sumber daya kader,” terangnya.

Dikatakan Bambang Juwono, peserta diklat mendapatkan beberapa materi. Seperti materi ideologi, metode berpikir Bung Karno, AD/ART Partai, dan pelatihan khusus tentang hypnotheraphi, serta outbound.

“Namun materi yang terpenting adalah ideologi PDIP. Jadi pancasila sebagaimana termaktup dalam pembukaan UUD 45 yang jiwa semangatnya sebagaimana pidato Bung Karno 1 Juni 1945,” tegasnya.

Pihaknya berharap, sebagai partai ideologi dalam era modern, kader harus berpegang teguh pada AD/ART Partai, serta harus memiliki disiplin tinggi. Gerakannya juga harus berorientasi serta bermuara untuk kesejahteraan rakyat.

“Dengan diklat pratama ini kami berharap kader PDIP punya pengetahuan mumpuni dan memiliki ketrampilan politik yang baik. Sehingga nantinya mampu menjadi sosok kader yang bisa menjalankan tugas partai. Mewujudkan cita-cita partai sesuai ideologi pancasila 1 Juni Bung Karno,” harapnya.(ars)