Sebuah Minimarket Ludes Terbakar, Kerugian Mencapai Ratusan Juta

petugas pemadam kebakaran saat berupaya memadamkan api di atap minimarket

KANALINDONESIA.COM, JOMBANG : Si jago merah kembali mengamuk, kali ini sebuah minimarket yang ada di Dusun Kauman, Desa Kauman, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang Jawa Timur, ludes tidak tersisa.

Persistiwa ini terjadi pada hari Minggu 12 November 2017, sekitar pukul 05.30 WIB. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa. Hal ini dikarenakan minimarket masih dalam kondisi tutup, sedangkan rumah pemilik minimarket letaknya terpisah. Namun atas kejadian ini dipastikan kerugian material akibat kebakaran mencapai 500 juta rupiah.

“Pemilik Minimarket DAMIS bernama Suharnadi (40). Dugaan sementara akibat korsleting listrik komputer kasir,” kata Iptu Subadar selaku Kasubag Humas Polres Jombang, Minggu 12 November 2017.

Masih menurut Subadar, peristiwa kebakaran pertama kali, diketahui salah satu warga yang tinggal tidak jauh letaknya dari minimarket. Saksi yang bernama Sulis ini pertaman kali mendengar suara ledakan dari dalam minimarket. Selanjutnya, muncul kepulan asap tebal disusul nyala api yang dengan cepat merjalar ke berbagai sisi bangunan.

“Saksi kemudian berteriak ‘kebakaran’ sambil memanggil pemilik minimarket yang rumahnya berjarak beberapa meter dari lokasi,” ungkap Subadar.

Lanjut Subadar, mendengar dan mengetahui hal tersebut, sejumlah warga yang berada di lokasi langsung berupaya memadamkan nyali api, dengan peralatan seadanya sambil menunggu datangnya kendaraan pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, yang telah dihubungi warga.

Sekitar pukul 06.45 WIB, dua kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi. Hampir tiga jam petugas berupaya menjinakkan api yang semakin tak terkendali. Baru sekitar pukul 09.15 WIB petugas berhasil memadamkan api.

“Di dalam minimarket juga terdapat mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI yang juga ikut terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 500 juta. Untuk total persisnya masih dalam penghitungan. Saat ini masih dalam penanganan petugas kepolisian setempat,” pungkas Subadar.(elo)